Pengakuan Pedagang di Padang yang Diduga Menjual Sate Babi

"Saya tidak tahu kalau daging itu adalah daging babi dan saya hanya ditawari untuk membeli daging oleh K (50)"
Pemilik Sate KMS Simpang Haru saat memberi keterangan pada tim gabungan (Halbert/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemilik Sate KMS B Simpang Haru mengaku dirinya tidak mengetahui bahwa daging yang ia jual merupakan daging babi seperti hasil pemeriksaan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) pada 21 Januari 2019 lalu.

"Saya tidak tahu kalau daging itu adalah daging babi dan saya hanya ditawari untuk membeli daging oleh K (50)," ujar pemilik Warung KMS B Simpang Haru, D (46).

Ia mengatakan bahwa ia baru menjual daging dari K sejak sepekan yang lalu saat pemasok daging itu menawarkan daging kepadanya.

BACA JUGA: Masih Banyak Pedagang Sate yang Baik dan Jujur

BACA JUGA: Sate Diduga Daging Babi, YLKI Angkat Suara Mulai Hukum Hingga Omset

"Awalnya dia makan sate di tempat saya dan dia menawarkan daging kepada saya, karena dia mau mengantarkannya, makanya saya beli," ujarnya.

Ia mengaku telah menghabiskan sebanyak 10 kilogram daging selama diantarkan oleh Kusti ke tempatnya.

BACA JUGA: Petugas Gabungan Temukan Sate Diduga Mengandung Babi di Padang

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan BBPOM Padang telah melakukan pengecekan sejak akhir tahun 2018 lalu.

"Kami sudah pernah melakukan pengecekan pada Oktober 2018 lalu dan hasilnya positif daging babi, tapi karena hasil itu tidak ditanda tangani oleh pemilik, makanya kami tidak melakukan proses," ujarnya.

Setelah itu, pada awal tahun lalu pihaknya kembali mendapatkan laporan bahwa Sate KMS B Simpang Haru masih menjual sate dari ... Baca halaman selanjutnya