Anggota DPD RI : Jangan Rusak Minangkabau dengan Makanan Haram

"Pengawasan yang sama diharapkan juga dilakukan di daerah-daerah lain di kabupaten/kota di Sumbar"
Anggota DPD RI Leonardy Harmainy (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Viralnya sate diduga daging babi beberapa hari ini membuat Senator asal Sumatera Barat (Sumbar), Leonardy Harmainy meradang. Kelakuan oknum yang tidak bertanggung jawab itu menurutnya sebagai upaya merusak akidah masyarakat muslim di Sumbar.

"Jangan rusak Minangkabau dengan makanan haram," tegasnya, Kamis 31 Januari 2019.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) ini menyebut, usaha kuliner olahan daging di Sumbar harus menggunakan bahan baku yang halal.

Leonardy juga meminta agar pengawasan yang sama juga berlaku pada daerah-daerah lain di kabupaten Kota di Sumatera Barat. Masyarakat Sumbar diharap selalu pro aktif dan selalu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

"Siapa lagi yang bisa menjaga daerah kampung halaman kita, jika tidak dimulai dengan kita sendiri," ujarnya.

Leonardy menegaskan agar pemberitaan yang telah menghebohkan masyarakat Sumatera Barat, tentang Sate Daging Babi ini, tidak terulang lagi di tempat-tempat lain.

"Jikapun ada, aparat dan masyarakat Sumbar mesti cepat melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku," pintanya. Diharapkan semua pihak berupaya untuk tidak merusak citra wisata halal Sumbar.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Perdangangan Kota Padang menggerebek pedagang sate KMS B yang terindikasi menjual sate berbahan daging babi di jalan Dr. Soetomo, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Selasa (29/1) sekira pukul 18.00 WIB. Penemuan ini berdasarkan pengecekan yang dilakukan instansi tersebut bersama Satpol PP.

[Joni Abdul Kasir]