Hingga Pukul 09.00 WIB, Telah Terjadi 105 Kali Gempa di Mentawai

"6 diantaranya bermagnitudo 5 ke atas, sisanya 99 kali gempa bermagnitudo di bawah 5"
Grafik magnitudo terhadap waktu gempabumi Mentawai (BMKG)

PADANG,KLIKPOSITIF -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, telah terjadi 105 kali gempa di kawasan Mentawai mulai dari Sabtu 2 Februari 2019 sore hingga Minggu 3 Februari 2019 pukul 09.00 WIB.

Dari 105 kali gempa tersebut, 6 diantaranya bermagnitudo 5 ke atas, sisanya 99 kali gempa bermagnitudo di bawah 5.

Awalnya, gempa M=5.3 terjadi pukul 16.03 WIB, Sabtu 2 Februari 2019. Gempa itu terjadi di lokasi 2.89 LS, 99.95 BT di wilayah 106 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai-Sumbar dengan kedalaman 10 kilometer.

Belum sampai setengah jam, kembali terjadi gempa, persisnya terjadi pukul 16.27 WIB. Bukannya lebih kecil, tapi magnitudo gempa itu malah lebih besar, yakni M=6,0 dan kemudian dimutakhirkan menjadi M=6,1. Gempa itu terjadi di lokasi 3.03 LS, 99.84 BT dengan keedalaman 17 kilometer.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Solok II-III MMI Padang, Pariaman, Painan III-IV dan Kepulauan Mentawai (Tua Pejat,Pagai Selatan) IV-V MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Menurutnya, konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault). (*)