Pedagang Miras Dirazia, Pedagang: Satpol PP Pernah Minta Minuman pada Saya!

"Minuman di sini tidak boleh disita, kemarin pas ulang tahun Satpol PP kalian meminta minuman kepada saya, sekarang mau kalian sita dagangan saya"
Razia miras yang digelar di kawasan Simpang Haru, Padang. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Razia yang dilakukan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) bersama instansi terkait di Pemerintah Kota Padang tidak hanya menyasar tempat hiburan malam tapi juga melakukan penindakan terhadap pedagang minuman keras.

Salah satu yang ditertibkan adalah pedagang minuman keras yang berada di daerah Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Meskipun melakukan penertiban, Dinas Perdagangan dan Satuan Polisi Pamong Praja tidak bisa mengamankan satu botol pun minuman keras yang dijual di toko tersebut.

Pasalnya, pemilik warung mengamuk dan enggan memberikan barang dagangan yang dianggap melanggar ketentuan peraturan daerah.

"Minuman di sini tidak boleh disita, kemarin pas ulang tahun Satpol PP kalian meminta minuman kepada saya, sekarang mau kalian sita dagangan saya," ujar pedagang yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Ia tidak ingin membiarkan petugas menyita dagangannya itu karena dia menganggap Penegak Perda di Kota Padang telah berhutang jasa kepadanya.

"Waktu itu kalian juga pernah menyita barang dagangan saya, tapi sampai saat ini tidak pernah dikembalikan dan kalian katakan bahwa dagangan saya itu sudah habis," ujarnya lagi sambil memarahi personel Satpol PP Padang.

Meskipun begitu, petugas menyita sebanyak 66 dus minuman keras dari lokasi lainnya yang berada di Simpang Kinol, Kecamatan Padang Selatan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan bahwa untuk penjualan minuman keras hanya dibenarkan di Hotel Berbintang dan restoran saja.

"Dalam Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2007, yang dibenarkan menjual minuman keras itu hanya di Hotel Berbintang dan Restoran saja, sementara warung tidak dibenarkan," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya nanti akan menyurati pemilik toko agar tidak menjual minuman keras lagi kedepannya.

[Halbert Caniago]