Kadisdik : Jangan Sampai Kekerasan Terhadap Guru Terjadi di Sumbar

"Peran orangtua dan guru sangat penting dalam pendidikan dan perkembangan kepribadian anak"
Siswa menyalami guru pada peringatan Hari Guru di SD Al Azhar Padang pada 26 November 2018 yang lalu. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Setelah beredar video kekerasan terhadap guru di dunia maya, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) Burhasman menyayangkan sikap siswa terhadap gurunya.

Walaupun tidak terjadi di Sumbar prilaku tersebut menurutnya tidak manusiawi dan sangat tak pantas dilakukan seorang murid. "Saya berharap kejadian serupa tidak terjadi di Sumbar," ujarnya, Senin 11 Februari 2019.

Dijelaskannya, peran orangtua dan guru sangat penting dalam pendidikan dan perkembangan kepribadian anak. Namun guru punya keterbatasan waktu dalam mendidik siswa, maka seharusnya orangtualah yang berperan dalam pola asuh anak.

"Selama pola asuh baik seorang anak atau siswa tidak akan berani melawan apalagi sampai melakukan kekerasan terhadap gurunya," terangnya.

Dilanjutkan Burhasman, di zaman serba canggih dengan perkembangan teknologi seharusnya guru dan orangtua lebih ekstra lagi dalam mendidik anak. Sebab kadang prilaku tersebut mereka temui dari teknologi seperti handphone pintar mereka atau dari internet yang menjadi tontonan.

"Sekali lagi, jangan sampai terjadi di sekolah di Sumbar. Ini sangat mencoreng dunia pendidikan," tukasnya.

Sebelumnya beredar video kekerasan murid terhadap guru. Video berdurasi 54 detik memperlihatkan seorang pelajar memperlakukan gurunya dengan kasar. Video tersebut dengan dengan cepat tersebar di sosial media. Perlakuan tersebut juga menuai kritik dari sejumlah netizen.

Dalam tayangan video tersebut, seorang siswa mengenakan topi tiba-tiba memegang kepala gurunya. Kemudian ia mendorong guru dan mencengkram kerah bajunya. Kemudian murid tersebut bertingkah hendak memukul guru sambil memaki.

Terakhir diketahui kasus video pelecehan profesi guru yang dilakukan siswa SMP di Kabupaten Gresik.

[Joni Abdul Kasir]