Belasan Wanita Diamankan Satpol PP Padang, Petugas Temukan Dugaan KTP Palsu

"Pasukan penegak Peraturan Daerah itu mengamankan sejumlah perempuan itu karena diduga tidak memiliki identitas (KTP)"
Penertiban wanita malam yang dilakukan oleh Satpol PP Padang. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan sejumlah perempuan sebagai pemandu lagu dan Dugaan Pekerja Seks Konersial (PSK) pada Kamis 14 Februari 2019 dini hari.

Dalam razia tersebut, pasukan penegak Peraturan Daerah itu mengamankan sejumlah perempuan itu karena diduga tidak memiliki identitas (KTP). Kami tadi mengamankan sebanyak 12 orang perempuan, 10 orang pemandu lagu dan dua orang diduga sebagai PSK," ujar Kasat Pol PP Kota Padang, Al Amin.

Sementara, pantauan KLIKPOSITIF di lapangan, pasukan Penegak Perda itu mengamankan sebanyak 13 orang perempuan yaitu 11 orang di Karaoke Damarus dan dua orang di penginapan Rumah RB. Seorang perempuan yang diamankan tersebut terlihat keluar saat baru sampai di Kantor Satpol PP Kota Padang saat 12 lainnya melakukan pendataan di dalam ruangan Satpol PP Padang.

"Kami hanya mengamankan sebanyak 12 orang perempuan dan satu orang lelaki," lanjutnya saat ditanya terkait satu orang perempuan yang keluar itu.

Selain itu, 12 perempuan yang diamankan oleh Satpol PP Kota Padang dalam kegiatan Kamis 14 Februari 2019 dini hari diduga menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Pasalnya, saat personel Satpol PP Kota Padang mengamankan sebanyak 11 orang perempuan di salah satu tempat hiburan malam, ada beberapa kejanggalan.

"Ada dugaan KTP palsu yang digunakan oleh pemandu karaoke di tempat tersebut, karena saat kami menanyakan data yang ada di KTP-nya, ada yang ragu menjawab," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan memroses dugaan KTP palsu yang dibuat tersebut kemungkinan ada keterlibatan pengelola tempat hiburan tersebut. "Nanti siang kami akan bahas terkait temuan ini bersama instansi terkait, jika ini benar palsu, kami akan proses sesuai hukum yang berlaku," lanjutnya.

Ia mengatakan jika terbukti, pihaknya akan melimpahkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian yang berwenang dalam penanganan tersebut. "Kalau ... Baca halaman selanjutnya