Rawan Bencana Alam, BPBD Sumbar Butuh Kapal Cepat

"Erman Rahman mengaku telah mengajukan pengusulan kapal cepat penanggulangan bencana ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Kapal tersebut diprioritaskan meminimalisir dampak bencana tsunami."
Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman memperhatikan proposal kapal yang diusulkan ke BNPB (KLIKPOSITIF/ Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) membutuhkan kapal cepat untuk mempermudah akses kebencanaan saat terjadi bencana.

Hal ini disebabkan ada 7 daerah pesisir pantai di Sumbar yang berpotensi terjadi bencana dan harus mendapatkan penanganan segera salah satunnya yang menjadi fokus utama adalah untuk menjangkau Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ancaman Megathrust Mentawai bisa terjadi kapan saja dan memerlukan penanganan yang cepat. Sementara saat ini sarana dan prasarana pendukung untuk cepat tersebut belum tersedia.

Kepala BPBD Sumbar, Erman Rahman mengaku telah mengajukan pengusulan kapal cepat penanggulangan bencana ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Kapal tersebut diprioritaskan meminimalisir dampak bencana tsunami.

”Surat pengusulan kapal itu langsung ditandatangani gubernur dan sudah diajukan ke BNPB pada minggu lalu,”ujarnya, Selasa, 5 Maret 2019.

Ia menjelaskan, kapal tersebut memiliki panjang 26 meter. Sedangkan biaya pengadaan satu unit kapal itu menelan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan yang bisa membantu kegiatan kebencanaan seperti alat telekomunikasi, rumah sakit mini dan sarana navigasi.

"kapal memiliki kecepatan 45 knot. Artinya, jika dari Kota Padang Mentawai hanya membutuhkan waktu 1,5 jam saja. Jadi, jika bencana cepat bisa ditangani," terangnya.

Selain tersebut diperlukan guna meminimalisir dampak bencana. Kapal tersebut termasuk kapal patroli yang difokuskan untuk menanggulangi bencana gempa dan tsunami.

”Kapal ini juga berfungsi sebagai alat bantu transportasi dan evakuasi menghadapi ... Baca halaman selanjutnya