Sumbar Masih Butuh 700 unit Early Warning Sistem

"Sumbar baru memiliki 106 EWS, dari jumlah itupun tidak semua yang dalam keadaan sehat. Ada beberapa unit perlu perbaikan. "
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sumatera Barat (Sumbar) merupakan daerah rawan bencana termasuk gempa dan tsunami. Berbagai lempeng aktif ada di daerah itu yang siap melepaskan energi kapan saja.

Untuk mendeteksi pelepasan energi maka dibutuhkan peralatan yang canggih untuk mengetahui sebagai bentuk mitigasi bencana, salah satunya Early Warning Sistem (alat pendekteksi dini bencana) gempa dan tsunami.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumatera Barat Erman Rahman memperkirakan, kebutuhan Sumbar akan alat pendekteksi dini bencana (EWS) sebanyak 700 unit. Sebab di Sumbar ada 7 daerah pesisir pantai, masing-masing daerah 100 EWS.

"Kami perkiraan kebutuhan untuk Sumbar sekitar 700 EWS," ujarnya, Selasa, 5 Maret 2019.

Saat ini, lanjutnya, Sumbar baru memiliki 106 EWS, dari jumlah itupun tidak semua yang dalam keadaan sehat. Ada beberapa unit perlu perbaikan.

"Ini nantinya akan kami lakukan perbaikan, bagi yang sudah tidak bisa diperbaiki akan kami ganti," terangnya.

Dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait perbaikan, pergantian termasuk pengadaan EWS yang baru. Hal itu agar informasi peringatan bencana dapat terima masyarakat dengan baik.

Kemudian yang berkaitan dengan kebencanaan, Sumbar telah membentuk kelompok kerja (pokja) yang berkaitan dengan fisik yang dikomandoi Dinas PU Sumbar dengan memperkuat pembangunan shelter dan non fisik dibawah Koordinator BPBD Sumbar.

"Kami dari BPBD Sumbar peningkatan kapasitas, pelatihan, sosialisasi dan simulasi bencana terhadap masyarakat," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Irwan Slamet mengatakan, Sumbar merupakan projek percontohan dalam menghadapi bencana. Maka berbagai peralatan akan ada di Sumbar dari berbagai merek dan bantuan dari berbagai negara.

"Kita sukses, semua daerah rawan bencana juga sukses. Akan ada lebih dari 100 alat di Sumbar dari berbagai merek untuk mitigasi bencana," ujarnya saat ... Baca halaman selanjutnya