Bantuan Obat-obatan Terus Dikirim, Dinkes Sumbar Pantau Kesehatan Korban Gempa Solsel

"data dari Dinkes Solsel terdapat sebanyak 81 orang korban gempa. Dari mereka ada yang mengalami luka berat, ringan, trauma psikis, hipertensi, jantung, diare, gastritis, radang tenggorokan, demam, sakit gigi, kepala dan malgia."
Dampak Gempa di Kabupaten Solok Selatan (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya memberikan pemulihan kepada korban gempa Solok Selatan (Solsel) baik secara medis maupun psikis.

Pasca gempa dikhawatirkan penyakit seperti demam dan batuk menyerang korban gempa, karena sebagian dari mereka masih trouma masuk ke rumah dan memilih tidur di tenda-tenda.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday kepada KLIKPOSITIF menyampaikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Solsel sejak hari pertama gempa. Hal itu guna penanganan kepada pasien korban gempa.

"Sejak hari pertama gempa kami langsung koordinasi dengan Dinkes Solsel untuk penangganan pasien luka-luka karena tertimpa material bangunan," katanya, Selasa, 5 Maret 2019.

Selanjutnya, tim dari provinsi langsung bergerak mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan. Selain juga dikirimkan tim trouma healing bagi korban yang terganggu psikisnya.

"Sekarang saya sedang di Solsel untuk memantau ketersediaan obat-obatan agar tidak terjadi penurunan kesehatan pada korban gempa seperti demam dan batuk. Sebab mereka masih ada yang belum berani masuk rumah dan menginap di tenda," terang Merry.

Disampaikannya, data dari Dinkes Solsel terdapat sebanyak 81 orang korban gempa. Dari mereka ada yang mengalami luka berat, ringan, trauma psikis, hipertensi, jantung, diare, gastritis, radang tenggorokan, demam, sakit gigi, kepala dan malgia.

"Mereka telah mendapat perawatan, di Puskesmas terdekat seperti Puskesmas Mercu, Talunan, Abai dan Bidar Alam. Selain dari yang sudah mendapatkan penanganan kami terus pantau korban lain seperti di tenda dan sekitar lokasi terjadi kerusakan," jelas Merry. (Joni Abdul Kasir)