Panitia Tabligh Akbar UAS Bukittinggi : Penyebar Hoaks Telah Hapus Postingannya

"Jika masih ada yang menyebarkan hoaks, panitia akan menempuh jalur hukum"
Pelaksanaan konferensi pers di Rumah Makan Sederhana Bukittinggi, Senin 11 Maret 2019. (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Ketua Pelaksana Tabligh Akbar Joni Hendra mengklaim, tujuh akun Facebook telah menghapus postingan informasi hoaks yang beredar usai pelaksanaan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bukittinggi pada Minggu 3 Maret 2019 yang lalu.

Baca : Usai Tabligh Akbar UAS di Bukittinggi, Informasi Hoaks Beredar di Medsos

"Tujuh akun yang memposting info hokas itu, kini telah menghapus postingannya, sehingga tak ada masalah lagi," jelas Joni Hendra saat konferensi pers di Rumah Makan Sederhana Bukittinggi, Senin 11 Maret 2019.

Ia melanjutkan, jika setelah konferensi pers tersebut masih ditemui adanya informasi hoaks yang beredar di media sosial (medsos), maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Ia menjelaskan, dari 110 plastik yang disebar untuk mengumpulkan sumbangan jemaah saat Tabligh Akbar itu, terkumpul sebanyak Rp235,6 juta, dan satu plastik untuk mualaf terkumpul uang sebanyak Rp13 juta. Uang itu menurutnya digunakan untuk pembiayaan pelaksanaan tabligh akbar dan sisanya disumbangkan kepada masjid, mushala dan panti asuhan.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah akun Facebook memposting foto sejumlah orang yang menggotong dan memperlihatkan sejumlah karung dan plastik yang berisikan uang, hasil sumbangan para jemaah saat tabligh akbar UAS di Bukittinggi. Dalam narasi foto tersebut disebutkan bahwa uang itu akan digunakan untuk biaya kampanye capres nomor urut 02.

Panitia mengklarifikasi, foto tersebut adalah benar foto uang hasil sumbangan jemaah, namun yang keliru adalah narasinya yang tidalah benar (hoaks) dan sangat merugikan panitia. (*)