Staf Khusus Kemendes Sebut Dana Desa Bisa untuk Atasi Masalah Gizi Buruk di Sumbar

"Penggunaan dana desa tidak hanya untuk kegiatan fisik semata. Tapi juga untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti menuntaskan persoalan stunting atau balita tubuh pendek"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Staf Khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), H. Febby Datuk Bangso menyebutkan, Dana Desa bisa digunakan untuk mengatasi persoalan gizi buruk pada bayi yang berakibat stunting (bertubuh pendek).

"Penggunaan dana desa tidak hanya untuk kegiatan fisik semata. Tapi juga untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti menuntaskan persoalan stunting atau balita tumbuh pendek," ujarnya, Kamis, 14 Maret 2019.

Menurutnya, ada sejumlah faktor besar yang menyebabkan persoalan gizi tidak terpenuhi mulai dari ketidaktahuan, kemiskinan hingga masalah infrastruktur dasar. Dana Desa bisa digunakan untuk anggaran sosialisasi terhadap masyarakat.

"Dana Desa bisa juga untuk para kader Posyandu agar bekerja optimal dalam peningkatan kesehatan," terangnya. Dilanjutkannya, kemiskinan membuat kecukupan gizi keluarga prasejahterah tidak terpenuhi, sehingga ibu hamil yang kurang gizi akan melahirkan anak kurang gizi dan stunting.

"Sumbar berada di atas rata-rata nasional, angka balita stunting tinggi. Infrastruktur dasar juga tidak memadai untuk orang hidup sehat, seperti sarana air bersih, akses ke posyandu atau puskesmas. Untuk itu perlu langkah pencegahan dilakukan," kata Datuk Febby.

Hingga saat ini Sumbar belum berhasil mengatasi masalah stunting atau balita pendek. Provinsi itu berada di atas rata-rata nasional atau sekitar 30,08 persen jumlah balita menderita stunting.  Stunting yang tidak bisa diintervensi selama 1.000 hari pertama kehidupan, tumbuh dewasa dan hidup dengan kurang produktif dan kualitas hidup rendah.

Data yang didapat dari Dinas Kesehatan Sumbar kepada KLIKPOSITIF, selama tahun 2018 terdapat 6.793 bayi usia dibawah dua tahun (baduta) bergizi buruk, dan 15.942 orang baduta bertubuh pendek (stunting). Bahkan 6. 685 bayi berbadan sangat kurus.

Kondisi yang memprihatinkan ... Baca halaman selanjutnya