Rasakan Manfaat PKH, Penjahit Baju di Limapuluh Kota Dapat Perbaiki Rumah Jadi Lebih Layak

"Saya saat ini sendirian dalam memenuhi kebutuhan anak-anak. Upah bordir sehari cuma Rp20 ribu dan kalau ada orderan pakaian satu stel Rp100 ribu, itu pun kadang-kadang dan tidak menentu. Bantuan PKH yang datang secara rutin per 3 bulan dan bantuan beras lainnya terasa sangat membantu sekali"
Irnawati, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni di Jorong Guguak Nunang, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota. (KLIKPOSITIF/ Ade Suhendra)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Tak pernah terbayangkan oleh Irnawati (50 tahun), warga Jorong Guguak Nunang, Nagari Sungai Talang, Kecamatan Guguak, yang sehar-hari mengaku bekerja menjahit pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga untuk memperbaiki rumahnya yang perlu untuk diperbaiki karena atap yang bocor-bocor, dinding kayu yang lapuk, dan ruang yang terbatas.

Rumah yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan, diakuinya dengan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Kementerian Sosial tersebut saat ini telah lebih layak untuk ditempati.

Ia mengaku mendapat dan tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Limapuluh Kota sejak Februari 2018.

"Saya menerima bantuan PKH ini sejak Februari 2018 dan alhamdulillah bulan November 2018 juga menerima bantuan rehab rumah," kata Irnawati saat ditemui di rumahnya, Jumat 8 Maret 2019.

Ia menjelaskan bahwa bantuan PKH tersebut sangat membantu, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun menambah biaya pendidikan tiga orang anaknya yang kuliah dan sekolah. Sebelumnya, ia mengaku cukup kesulitan mencukupi kebutuhannya, upah dari menjahit pakaian kurang mampu menutupi kebutuhan sehari-harinya.

"Saya saat ini sendirian dalam memenuhi kebutuhan anak-anak. Upah bordir sehari cuma Rp20 ribu dan kalau ada orderan pakaian satu stel Rp100 ribu, itu pun kadang-kadang dan tidak menentu. Bantuan PKH yang datang secara rutin per 3 bulan dan bantuan beras lainnya terasa sangat membantu sekali," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat 15 Maret 2019.

Dalam Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni tersebut, Irnawati memperoleh bantuan sebesar Rp15juta. Bantuan tersebut dalam bentuk uang yang seluruhnya dibelikan ke bahan bangunan sebagaimana tujuan peruntukkan uang tersebut.

"Semua uang yang diterima langsung dibelikan batu bata, semen, kayu, pasir, dan bahan lainnya. Bantuan ini di luar upah tukang dan keperluan lainnya ... Baca halaman selanjutnya