Menteri PUPR Dinobatkan Sebagai Warga Utama di Pessel, Karena Hal Ini

" adanya penobatan sebagai warga utama Kabupaten Pesisir Selatan, dinilai karena Basuki Hadimuljono telah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di Pesisir Selatan terutama yang bersumber dari APBN."
Menghadiri peringatan hari jadi Kabupaten Pesisir Selatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono dinobatkan sebagai warga utama Kabupaten Pesisir Selatan, Senin 15 April 2019. (KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Menghadiri peringatan hari jadi Kabupaten Pesisir Selatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono dinobatkan sebagai warga utama Kabupaten Pesisir Selatan, Senin 15 April 2019.

Penobatan warga utama kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Republik Indonesia langsung diungkapkan, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, saat membacakan sambutan dalam Paripurna DPRD peringatan hari jadi Pesisir Selatan ke 71 tahun 2019 di Gedung Painan Convention Center.

"Izinkan kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menobatkan bapak Menteri (Basuki Hadimuljono) sebagai warga utama kabupaten ini, dan nama bapak akan kami catat disepanjang perjalanan sejarah Kabupaten Pesisir Selatan," ungkap Hendrajoni dihadap Menteri PU-PR saat menghadiri rapat paripurna.

Ia menjelaskan, adanya penobatan sebagai warga utama Kabupaten Pesisir Selatan, dinilai karena Basuki Hadimuljono telah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di Pesisir Selatan terutama yang bersumber dari APBN.

"Semua itu berkat dukungan penuh Bapak Menteri yang memberikan perhatian yang lebih kepada Kabupaten Pesisir Selatan. Kami hitung tiga tahun terakhir anggaran pembangunan yang digelontorkan ke Kabupaten Pesisir Selatan lebih dari Rp2 Triliun," jelasnya.

Hendrajoni merinci, anggaran Rp2 triliun yang diterima tersebut, diantaranya untuk pembangunan jalan Lintas Barat Rp.900 miliar, pembangun jalan Mandeh Rp350 miliar, pembangunan irigasi Batang Tarusan Rp350 miliar.

Lalu, pembangunan jaringan air bersih Rp200 miliar, jalan Pasar Baru-Alahan Panjang Rp10 miliar, pembangunan rumah bagi masyarakat miskin dan rumah nelayan Rp59 miliar serta ABPN yang disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Rp477 miliar.

"Dan kami berharap perhatian ini terus berlanjut. Sehingga pembangunan Pesisir Selatan jauh lebih maju lagi," ... Baca halaman selanjutnya