Walaupun Ada Klaim Kemenangan, Pengamat : Pilpres Akan Berakhir Damai

"Klaim kemenangan itu bisa dimaklumi karena masing-masing memiliki keyakinan yang kuat terhadap konstituen politiknya"
Ilustrasi/Jokowi bersalaman dengan Prabowo (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Proses pencoblosan telah selesai, quick count menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menghitung cepat suara mengetahui perhitungan sementara hasil perolehan suara. Metode ini hampir pada beberapa kali pemilu mendekati real count, seperti pemilu 2014 lalu.

Pengamat politik UIN Iman Bonjol Padang Abrar menilai, walaupun beberapa lembaga survei memenangkan Jokowi - Makruf Amin, akan tetapi klaim kemenangan dan deklarasi dari kubu Prabowo bisa dimaklumi.

"Klaim kemenangan tentu akan ada di kedua pihak sampai ada ketetapan resmi dari KPU, apalagi dengan selisih presentase yang relatif dekat. Klaim kemenangan itu bisa dimaklumi karena masing-masing memiliki keyakinan yang kuat terhadap konstituen politiknya," ujarnya, Jumat, 19 April 2019.

Menurutnya, meskipun hitungan cepat Jokowi unggul, Prabowo dan timnya juga memiliki standar lain untuk mengklaim dirinya memenangkan kontestasi ini.

Namun yang perlu diingat, proses penghitungan suara belum selesai, kemungkinan-kemungkinan politik bisa terjadi, bahkan setelah dinyatakan resmi pun oleh KPU, masih ada hak bagi pasangan yang kalah untuk melakukan gugatan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan ketentuan yang diatur undang-undang.

"Artinya klaim kemengan itu bisa saja dilakukan sampai ada ketetapan yang berkekuatan hukum. Klaim kemenangan itu tentunya melibatkan emosional masing-masing pendukung untuk tetap mengklaim bahwa paslon mereka yang menang," katanya.

Dia meyakini masyarakat Indonesia sudah memiliki pengalaman berdemokrasi yang relatif lama tentu memiliki kematangan berpolitik. Ditambah lagi dengan piranti hukum yang relatif kuat yang bisa menyalurkan hak politik dalam mencari keadilan.

"Semoga saja dengan pengalaman politik yang baik dan instrumen hukum yang memadai pemilu akan berakhir dengan situasi yang damai," tukas Abrar. (*)