Diduga Sanggup Retas Situs KPU, Pemuda Asal Payakumbuh Dijanjikan Pekerjaan

"Pada saat ditangkap itu, dia (MA) diperlakukan dengan cukup baik. Bahkan Bapak Sialagan menyebut bahwa anak saya itu adalah aset yang harus dilindungi dan kemungkinan akan dicarikan pekerjaan di Polri ataupun di KPU"
Ibu MA, Mira Melinda. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Kemampuan MA (18) pemuda asal Payakumbuh yang diduga sanggup meretas website resmi KPU RI mendapat pengakuan dari Tim Cyber Mabes Polri. Bahkan CID - Cyber Crime Directorate Polri, Ricky Boy Sialagan yang ikut langsung dalam proses penangkapan MA di rumah neneknya berjanji akan memberinya pekerjaan di Polri.

Hal itu disampaikan Ibu MA, Mira Melinda yang ditemui KLIKPOSITIF di rumah nenek MA, di Jalan Padang Kelurahan Parik Rantang Kecamatan Payakumbuh Barat, Rabu (24/4) siang.

"Pada saat ditangkap itu, dia (MA) diperlakukan dengan cukup baik. Bahkan Bapak Sialagan menyebut bahwa anak saya itu adalah aset yang harus dilindungi dan kemungkinan akan dicarikan pekerjaan di Polri ataupun di KPU," katanya.

Tidak hanya pihak Polri, Polres Payakumbuh juga menjanjikan pekerjaan sebagai tenaga IT terhadap MA. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Ilham kepada pihak keluarga pada saat MA diperiksa di Mapolres Payakumbuh, Senin (24/4) sore itu.

"Kata AKP Ilham, kalau nanti tidak dapat di Polri atau KPU, dia (MA) bisa di sini (Polres Payakumbuh) karena mereka juga tidak punya tenaga IT," jelas Mira.

Diterangkannya, meski penangkapan MA sempat membuat heboh warga sekitar karena banyaknya pihak kepolisian yang datang, putra sulungnya itu diperlakukan baik oleh jajaran Polres Payakumbuh dan juga Mabes Polri. Bahkan saat ini, MA tidak ditahan tapi dibolehkan pulang ke rumah pamanya.

"Karena HP yang dipakainya disita, ia bahkan dibelikan HP baru oleh pihak kepolisian di Jakarta, sehingga tetap bisa berkomunikasi dengan kami di sini. Tadi pagi (Rabu, 24/4) saya masih video call dengan dia," jelas Mira.

Ia melanjutkan, MA yang saat ini belum melanjutkan pendidikannya ke bangku SMA belum diperbolehkan pulang karena apabila sudah ke Payakumbuh pihak Mabes Polri akan kesulitan jika nanti butuh konfirmasi.

"Menurut Bapak Sialagan dia akan diperbolehkan ... Baca halaman selanjutnya