Dinkes Sumbar Waspadai Penularan Cacar Monyet, BIM Jadi Atensi

"Di BIM sudah ada pemeriksaan suhu bagi penumpang yg dari luar negeri. Kita di Dinkes jika ada kasus langsung melapor ke Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit"
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Beberapa hari ini publik dihebohkan dengan penularan cacar monyet (Monkeypox) di Indonesia. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat (Sumbar) Merry Yuliesday mengatakan, pihaknya tengah mewaspadai penularan cacar monyet.

"Sesuai surat edaran Kemenkes, kami di provinsi gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan fasilitasi kesehatan," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Rabu, 15 Mei 2019.

Merry menegaskan, hingga kini belum ditemukan kasus monkeypox di Sumbar. Namun Kewaspadaan terus ditingkatkan terutama di bandara yang menjadi lalu lintas orang asing.

"Di BIM sudah ada pemeriksaan suhu bagi penumpang yg dari luar negeri. Kita di Dinkes jika ada kasus langsung melapor ke Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit," terangnya.

Untuk diketahui penyakit monkeypox atau cacar monyet telah terkonfirmasi menyebar di wilayah Singapura pada 8 Mei 2019 lalu.

Penyakit monkeypox atau cacar monyet ini pertama diketahui setelah Pemerintah Singapura menemukan seorang warga yang positif tertular oleh warga negara Nigeria berusia 38 tahun.

Selain dengan penderita penyebaran virus biasanya terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, seperti tikus, melalui perburuan dan konsumsi bushmeat. (*)