Tanggapi Aduan Masyarakat, Tim SK4 Limapuluh Kota Amankan Ratusan Liter Tuak

"Sebelumnya kami telah membuka layanan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban umum. Berdassarkan hal tersebut maka ada laporan pengaduan terkait tempat menjual minuman keras yang berada di dekat kawasan permukiman warga"
pernyataan di tempat. Kalau terbukti keduanya kembali beroperasi maka kami akan menindak dengan melanjutkan kasus ini ke tipiring atau Tindak Pidana Ringan dimana hukumannya kurungan maksimal 3 bulan dan denda Rp50juta," kata Kabid Trantib Delvis bersama Kasi Ops Risa Susanti.

Delfis menjelaskan pemilik kedai tuak tersebut adalah Desi Guswita, warga Taram yang membuka kedai tuak di daerah Nagari Lubuak Batingkok. Kemudian Yasri, warga Parumpuang yang kedai tuaknya berada di daerah Koto Baru Simalanggang.

"Kami terus mengimbau kepada warga atau masyarakat yang melakukan usaha sejenis untuk tidak beroperasi lagi karena hal tersebut melanggar Perda No 3 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat," katanya. (Ade Suhendra)