BPBD Sawahlunto : Kerugian Materil Dari Bencana Longsor Capai Rp3,1 Miliar

"Perkiraan sementara untuk seluruh rumah yang terdampak longsor kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Sedangkan untuk ruas jalan yang terdampak longsor kerugian ditaksir mencapai Rp2,6 miliar. Jadi total keseluruhan Rp3,1 miliar"
Wali Kota Sawahlunto Deri Asta Saat Menyerahkan Bantuan Kepada Korban Tanah Longsor di Desa Pasar Kubang, Kecamatan Lembah Segar, Kamis 13 Juni 2019 (Istimewa)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto mencatat dampak longsor yang melanda puluhan rumah dan ruas jalan pada 11 Juni 2019 lalu, menimbulkan kerugian materil mencapai Rp3,1 miliar.

Kepala BPBD Kota Sawahlunto Adriyusman mengungkapkan, dari laporan personel yang mendata langsung ke lokasi kejadian 39 unit rumah terdampak dengan tingkat kerusakan yang beragam. Adriyusman merinci, dari 39 unit rumah tersebut, 4 unit diantaranya rusak sedang, 8 unit rusak berat dan sisanya rusak ringan.

"Perkiraan sementara untuk seluruh rumah yang terdampak longsor kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Sedangkan untuk ruas jalan yang terdampak longsor kerugian ditaksir mencapai Rp2,6 miliar. Jadi total keseluruhan Rp3,1 miliar," katanya di lokasi rumah terdampak longsor di Desa Pasar Kubang, Kecamatan Lembah Segar, Kamis 13 Juni 2019.

Ia menegaskan, perhitungan tersebut masih bersifat sementara, ada kemungkinan untuk bertambah, menunggu data dari personel di lapangan nantinya selesai. "Untuk sementara kerugian yang diprediksi itu dulu," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan secara geografis Kota Sawahlunto berada dalam kemiringan 30 derajat, dengan tingkat kemiringan tersebut, menjadi faktor utama terjadinya bencana longsor ketika intensitas hujan tinggi. Sebab, lanjutnya, kita menghimbau kepada masyarakat yang bermukim di lereng maupun ditepi jurang untuk meningkatkan kewaspadaan.

Deri menambahkan, kita juga menghimbau kepada unsur Pemerintahan Desa untuk mendata rumah yang rawan longsor dan mengingatkan kepada warganya untuk berhati-hati, jika tidak memungkinkan atau dalam kondisi yang membahayakan sebaiknya mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga.

"Semboyannya lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik mengantisipasi bencana dengan gotong royong dengan cara membersihkan drainasedi pemukiman dan dijalan agar bencana longsor dapat ... Baca halaman selanjutnya