Jadi Motivator di Madifiv 2 Kostrad Malang, Aqua Dwipayana Berikan Prajurit Hadiah Umrah

"Prajurit maupun istri prajurit harus memiliki komunikasi dengan pikiran yang terbuka. Berkomunikasilah dengan mengungkapkan kebenaran bukan ingiiin didengar. Kemudian potensi positif yang ada dikembangkan dan potensi negatif harus dihilangkan"
Aqua Dwipayana saat sharing komunikasi dan motivasi bersama prajurit dan istri prajurit Divisi Infanteri-2 Kostrad, Malang. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pakar komunikasi sekaligus motivator nasional, Aqua Dwipayana, menyampaikan tanda-tanda orang sukses dan gagal kepada 777 orang prajurit dan istri prajurit di lingkungan Divisi Infanteri-2/Kostrad, Singosari, Malang.

Kata Aqua, orang sukses selalu menyampaikan kritik, namun dia juga menyampaikan solusi yang logis kepada orang yang dia kritik. Sementara orang yang gagal, sama sekali tidak memberikan solusi. Orang gagal malah suka menyudutkan.

"Orang sukses bersama-sama meraih kemenangan, dan saling bantu dengan orang lain untuk berada di puncak. Sedangkan orang gagal meraih kemenangan dengan menjatuhkan orang lain," kata Aqua saat Sharing Komunikasi dan Motivasi di Gedung Makodiv 2 Kostrad, Malang, Selasa, 9 Juli 2019.

Sharing Komunikasi dan Motivasi bersama Aqua Dwipayana dengan tema "Mengoptimalkan Kemampuan Prajurit untuk Membela Negara dan Istri Maksimal Mendukung Rumah Tangga" itu, juga hadir Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, dan sejumlah perwira di lingkungan Divisi Kostrad 2, Malang.

Lebih lanjut Aqua mengatakan bahwa orang sukses mampu memaafkan kesalahan orang lain dan menyadari bahwa kegagalan datang dari diri mereka sendiri. "Sementara orang gagal, menyimpan dendam kepada orang lain dan menyalahkan orang lain ataa kegagalan dirinya sendiri," ujarnya.

Terkait soal komunikasi, Aqua menyebut bahwa prajurit kostrad sudah mempunyai rule model, yaitu Panglima Divisi 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto. Kata Aqua, Panglima disetiap penugasan selalu ingin memberikan yang terbaik, terbukti beliau meraih Adhi Makayasa pada 1989.

Namun begitu, kepada prajurit Divisi Infanteri, Malang, maupun kepada istri prajurit, kemampuan komunikasi harus tetap ditingkatkan, karena komunikasi penting bagi prajurit maupun istri prajurit. Dengan komunikasi yang baik, prajurit bisa lebih dekat dengan rakyat.

"Prajurit maupun istri prajurit harus memiliki komunikasi dengan ... Baca halaman selanjutnya