Pilkada 2020, Pengamat: Berat bagi Pendukung 01 untuk Menang di Sumbar

"Najmuddin M Rasul menilai akan sedikit berat perjuangan tokoh atau calon yang mendukung 01 (Jokowi-Ma'ruf Amin) maju pada Pilkada baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati/walikota di Sumbar"
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Peminat menjadi calon kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar) mulai menampakkan diri ke permukaan. Sejumlah tokoh dan incumbent sudah mulai menakar diri untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 nantinya.

Pengamat Politik dari Universitas Andalas Najmuddin M Rasul menilai akan sedikit berat perjuangan tokoh atau calon yang mendukung 01 (Jokowi-Ma'ruf Amin) maju pada Pilkada baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati/walikota di Sumbar.

"01 agak berat untuk di Sumbar, pasalnya walaupun ditingkat elit sudah dingin, di akar rumput agak susah move on apalagi Sumbar," katanya kepada KLIKPOSITIF, Selasa, 16 Juli 2019.

Menurutnya, aroma Pilpres masih sangat tinggi hingga Pilkada 2020 nanti. Dalam mindset masyarakat Sumbar saat ini sudah tertanam mana tokoh yang mewakili mereka saat Pilpres dan yang tidak.

Terkait figur yang akan menjadi pilihan masyarakat Sumbar dibeberkannya, memiliki integritas, memiliki jaringan baik nasional maupun internasional, memiliki manajerial yang baik, memahami perubahan norma dan partisipasi politik generasi millenial serta mampu memahami media sebagai pilar keempat demokrasi.

"Tentunya kader partai dan diusung 02," katanya.

Senada dengan Najmuddin, Direktur Eksekutif SBLF Research and Consultan Edo Andrefson menjelaskan, masyarakat Sumbar agak terbawa emosional apa yang telah terjadi pada Pilpres yang telah berlangsung. Hal itu masih terpantau di media sosial hingga saat ini.

"Kalau 14 kepala daerah atau siapapun yang terpantau mendukung 01 saat pilpres tidak bisa mengembalikan keadaan akan menjadi momok bagi mereka untuk bertarung 2020 nanti," ujarnya.

Dilanjutkannya, aura Pilpres yang penun kecurangan yang berkembang ditengah masyarakat, apalagi dengan ditolaknya perjuangan 02 ditingkat Mahkamah Konstitusi (MK).

"Akan tetapi dengan pertemuan Prabowo - Jokowi beberapa hari yang lalu, sebagian ... Baca halaman selanjutnya