Kampung Nelayan Padang Pariaman Kembali Abrasi, Belasan Bagunan Rusak dan Sekolah Terancam

"Kami ingin, Pemerintah datangkan alat berat ke sini. Lalu membuat pembatas ombak dengan susunan batuan besar"
Perkampungan Nelayan di Kawasan Pasir Baru, Kecamatan Sungai Limau kembali "dihantam" abrasi, Kamis 8 Agustus 2019 (KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF --  Perkampungan Nelayan di Kawasan Pasir Baru, Kecamatan Sungai Limau kembali "dihantam" abrasi, Kamis 8 Agustus 2019. Sedikitnya 1 rumah warga dan belasan bangunan tempat usaha nelayan rusak dalam musibah itu.

Pantauan KLIKPOSITIF di lokasi abrasi, tampak belasan bangunan warga rusak, bahkan ada yang terbawa ombak. Selain itu, SMA 4 Sungai Limau juga tampak terancam abrasi.

Salah satu warga Pasir Baru bernama Herman (45) menuturkan, rumah dan tempat usaha miliknya rusak parah karena abrasi, Kamis 8 Agustus 2019.

"Saya nompang tingga di rumah dunsanak (keluarga). Pasrah sekarang, cuma bisa selamatkan barang-barang seadanya. Tempat usaha juga rusak, " tutur Herman.

Dia mengatakan, abrasi kali ini sangat mencemaskan seluruh warga sekitar. Menurut dia, abrasi kali ini merupakan abrasi yang paling menakutkan.

"Sudah sekitar 50 meter daratan terkikis ombak. Bahkan jalan umum dan sekolah SMA 4 tergenang air saat abrasi. Sedikit demi sedikit daratan dikikis setiap harinya," sebut Herman.

Dia mengatakan hanya bisa pasrah terkait abrasi itu. "Pasrah, tak tau mau kerja apa dan berbuat apa. Pemerintah belum juga datang membantu, " sebut Herman.

Tak hanya Herman yang keluhkan abrasi, Edayati selaku Kepala Sekolah SMA 4 Sungai Limau mengatakan, abrasi mengganggu aktifitas belajar dan mengajar.

"Sebulan yang lalu juga terjadi abrasi seperti ini, proses pendidikan terganggu. Namun kali ini abrasi sangat mencemaskan, ombak menghantam dinding sekolah," sebut Edayati.

Dijelaskannya, abrasi yang terjadi dalam sepekan ini selalu pada waktu pagi hari, saat aktifitas belajar baru dimulai.

"Siswa berhenti belajar saat abrasi datang. Kami selalu berharap pihak Pemerintah untuk melihat keadaan kami dan berikan solusi terkait bencana abrasi ini, " ungkap Edayati.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat sekitar yang juga sebagai mantan Korong Pasir ... Baca halaman selanjutnya