Kisah Veteran yang Sempat Tidak Makan 6 Hari Selama Agresi Belanda

"Apapun bisa kami jadikan senjata. Tidak hanya bambu runcing, minyak tanah dan bensin pun kami gunakan untuk melawan tentara Belanda ketika perang di Ladang Padi"
Nasir, memperlihatkan piagam kehormatan veteran saat ditemui di rumahnya di Padang Besi (Ist)
saya dapat, beliau ikut pindah bersama tentara lainnya ke Jakarta. Saya memilih tinggal di Padang dan pensiun, karena saya tidak sekolah," ungkapnya.

" Waktu perang di Aia Sirah, kami pernah tidak makan nasi selama 6 hari 6 malam. Kami kehabisan bekal, dan kami lari ke Solok. Aia Sirah ketika itu dikepung oleh tentara Belanda. Saya dan beberapa pejuang lainnya selamat, dan beberapa diantaranya ada yang jadi tawanan Belanda," imbuhnya.

Sang istri, Siti Hajir mengaku bahwa Nasir merupakan pejuang yang gagah berani. Sebagai seorang istri, Siti Hajir mengaku bangga mempunyai suami seorang veteran yang membela Ibu Pertiwi. Meski nyawa taruhannya, Nasir muda, sebut Siti Hajir, tidak takut mati. Bahkan beliau siap untuk gugur demi membela Tanah Air.

"Pak Nasir semangatnya luar biasa. Sejak setahun terakhir ini, beliau ini rutin jalan pagi di sekitaran kampung ini. Paling jauh sampai ke Baringin. Namun sebelumnya bersama sejumlah veteran, beliau rutin senam pagi setiap hari kamis di Kodim 0312/Padang. Tapi karena mulai sakit-sakitan, makanya di sekitar sini saja," ujarnya.

Tentara Harimau Kuranji dan Laskar Hizbullah Ditakuti Jepang dan Belanda

Selain Nasir, pejuang lainnya yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia bernama M Yatim (86), menuturkan bahwa di Padang, ada dua kolompok pejuang yang ditakuti tentara Jepang dan Belanda, yaitu tentara Harimau Kuranji dan Laskar Hizbullah (tentara Allah).

M Yatim menyebut, saat perang melawan Jepang, kedua kepompok tentara itu menggunakan senjata bambu runcing. Di kawasan Lubuk Kilangan, sedikitnya ada dua tempat yang dikuasai Jepang, yaitu Gadut dan Beringin.

Di Gadut, menjadi tempat untuk melatih pribumi menjadi tentara sukarela (PETA) yang dibentuk Jepang dalam masa pendudukan Jepang di Indonesia. Kemudian di Baringin, Jepang mendirikan vila. "Vila didirikan Jepang dengan cara kerja paksa, yang kerja itu pribumu," kata M Yatim saat ditemui di ... Baca halaman selanjutnya