Peneliti Ungkap Penyebab Ubur-ubur Mati Massal di Pessel

"Peneliti Bidang Oseanografi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan diturunkan untuk meneliti fenomena ini"
Ubur-ubur yang mati terdampar di Pantai Sungai Pinang, Pessel, Jumat (09/08/2019) lalu. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ribuan ubur-ubur yang mati terdampar di Pantai Erong, Kenagarian Sungai Pinang, Kecamatan Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan - Sumbar diduga disebabkan oleh suhu air laut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti Bidang Oseanografi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ulung Jantama Wisha, Selasa 13 Agustus 2019.

"Indikasi untuk kejadian itu karena pengarus suhu air laut yang berubah-ubah," ujarnya.

Selain itu, menurutnya ada juga karena pengaruh kandungan oksigen di air laut sehingga ubur-ubur tersebut mati dengan jumlah yang banyak, mencapai ribuan.

"Kami telah melakukan penelitian pada air laut dan kami meperoleh data bahwa suhu air laut yang berubah-ubah," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan kadar oksigen di laut tersebut dan hasilnya diketahui bahwa kadar oksigen yang ada selalu berubah-ubah.

"Hasil pengecekan tersebut kami rasa sudah cukup untuk justifikasi kenapa ubur-ubur di lokasi tersebut mati massal," tutupnya.

Sebelumnya, ribuan ubur-ubur diketahui mati di perairan daerah Pesisir Selatan itu hingga membuat beberapa pantai dipenuhi bangkai ubur-ubur.

Baca : Banyak Ubur-ubur Terdampar di Pantai Sungai Pinang Mandeh, Ada Apa?

[Halbert Caniago]