Ingat, Gunung Marapi Masih Berstatus Waspada dan Berbahaya Bagi Pendaki

"Bagi pendaki direkomendasikan tidak berada di radius 3 kilometer dari kawah atau pusat erupsi"
Imbauan dari PVMBG yang melarang mendekati kawah aktif di Gunung Marapi (Rio)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Gunung Marapi yang terletak di antara Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar - Sumbar masih berbahaya bagi pendaki. Semenjak 3 Agustus 2011 hingga Rabu 14 Agustus 2019 ini, Gunung Marapi masih berstatus waspada dan bisa saja terjadi erupsi atau letusan secara tiba-tiba.

Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, dalam status waspada ini, para pendaki, wisatawan atau masyarakat setempat, direkomendasikan untuk tidak berada di radius 3 kilometer dari kawah atau pusat erupsi, karena sangat berbahaya bagi keselamatan, jika sewaktu-waktu Gunung Marapi meletus.

"Kawasan cadas itu masuk lokasi berbahaya. Lokasi yang aman itu berada di kawasan Pintu Angin ke bawah," jelas Teguh Purnomo, Rabu 14 Agustus 2019.

Meski sepanjang 2019 hingga pertengahan Agustus ini Gunung Marapi tidak pernah meletus, namun aktivitas vulkanik Gunung Marapi setiap harinya sangat fluktuatif.

Dari data PGA Marapi sepanjang Selasa 13 Agustus 2019, Gunung Marapi mengalami satu kali gempa tornillo. Sebelumnya pada Senin 12 Agustus 2019, Gunung Marapi juga mengalami dua kali gempa tornillo, serta tiga kali gempa vulkanik dalam.

Jika ingin merayakan HUT RI 2019 di kawasan puncak Gunung Marapi, sebaiknya para pendaki berpikir-pikir lagi, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan diri. (*)