Ekspor Rendang Payakumbuh ke Arab Saudi Sulit Direalisasikan Pada 2019

"Yang ke Arab Saudi kemungkinan belum bisa dilaksanakan 2019. Karena untuk peralatan baru tahun ini bisa dilengkapi, apalagi ini perencanaannya (sentra rendang) baru berproduksi pada 2020"
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Payakumbuh, Wal Asri (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh untuk melakukan ekspor rendang dalam jumlah besar ke Arab Saudi kemungkinan besar tak akan bisa direalisasikan pada 2019 ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Payakumbuh, Wal Asri menyebut, realisasi ekspor rendang ke Arab Saudi cukup sulit dilakukan untuk 2019 ini karena masih banyak hal yang harus dilengkapi tersebut.

"Yang ke Arab Saudi kemungkinan belum bisa dilaksanakan 2019. Karena untuk peralatan baru tahun ini bisa dilengkapi, apalagi ini perencanaannya (sentra rendang) baru berproduksi pada 2020," kata Wal Asri saat diwawancarai KLIKPOSITIF, beberapa waktu lalu.

Diakuinya, untuk bisa melakukan ekspor rendang ke Arab Saudi masih terdapat beberapa persyaratan yang masih harus dilengkapi.

"Untuk ekspor Arab Saudi ada standar Saso atau SNI-nya Arab Saudi. Kita masih menyiapkannya. Selain itu hampir tuntas, seperti izin edar dari BPOM sudah kita punyai, sertifkat hala juga sudah. Kemungkinan (untuk ekspor) bisa direalisasikan pada 2020," terangnya.

Meski upaya untuk ekspor dalam jumlah besar ke Arab Saudi cukup sulit direalisasikan tahun ini, Wal Asri menerangkan, bahwa sampai saat ini, pengusaha IKM rendang asal Payakumbuh sebenarnya juga sudah melakukan ekspor secara mandiri.

"Untuk ke luar negeri, perdagangan sudah mulai dilakukan online oleh IKM-IKM kita. Jadi mereka itu sudah ada pelanggan di Arab Saudi juga, Malaysia, bahkan Australia. Tapi semua dilakukan dengan online," terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Disnakerin Kota Payakumbuh, sampai sejauh ini terdapat 43 IKM rendang di daerah tersebut. Dari jumlah tersebut baru 10 diantaranya yang sudah berproduksi di centra rendang Kota Payakumbuh.

"Kita juga sudah punya koperasi rendang. Tapi memang belum semua IKM yang terdaftar sebagai anggota, sampai sejauh ini baru 23 yang terdaftar sebagai anggota," pungkasnya kemudian. (*)