Kualitas Udara Menurun, Pemko Payakumbuh Keluarkan Surat Edaran

"Dalam surat edaran yang ditandangani oleh Wakil Wali Kota Erwin Yunaz tersebut, warga dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah baik organik maupun non organik"
Ilustrasi kabut asap. (KLIKPOSITIF)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Adanya kabut asap kiriman dari daerah tetangga membuat kualitas udara di Kota Payakumbuh mulai mengalami penurunan. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mengeluarkan surat edaran terkait waspada kabut asap.

Dalam surat edaran yang ditandangani oleh Wakil Wali Kota Erwin Yunaz tersebut, warga dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah baik organik maupun non organik karena akan menambah kabut asap dan polusi yang membahayakan bagi kesehatan.

"Warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan serta memperbanyak meminum air putih," bunyi surat tersebut.

Meski kualitas udara dinyatakan menurun, Erwin menyatakan indeks kualitas udara di Kota Payakumbuh masih dalam taraf aman dan tidak mengkhawatirkan.

"Hal itu diketahui dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Stasiun Pemantau Atmosfir Global di Kabupaten Agam," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bakhrizal mengakui adanya penurunan kualitas udara di daerah tersebut. Meski demikian, berdasarkan data yang dikumpulkan pihaknya belum ada peningkatan penderita penyakit ISPA di daerah tersebut.

"Secara data belum ada peningkatan penderita penyakit ISPA, namun secara kasat mata memang sudah kita lihat akibat dari kondisi udara ini," ujarnya.

Bakhrizal menyampaikan agar surat edaran dari wakil wali kota tersebut perlu disikapi oleh masyarakat dalam rangka mewaspadai dampak dari kabut asap.

"Jangan memperkuat kemungkinan ISPA dengan minuman tertentu seperti es dan lainnya yang cenderung menyebabkan daya tahan tubuh kita menurun dan membuat timbulnyanya ISPA," himbaunya. (*)