Mahasiswa Tuntut Mundur, Rektor UIN IB: Silahkan Sampaikan ke Kementrian Agama

"Kewenangan memberhentikan rektor ada pada Menteri Agama dan bukan pada senat universitas"
Aksi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Terkait tuntutan mahasiswa Universitas Islam Negri (UIN) Imam Bonjol Padang yang melakukan unjukrasa selama dua hari (Selasa, 10/9 dan Rabu 11/9) Rektor UIN IB Padang, Eka Putra Wirman angkat bicara.

Eka Putra Wirman dalam unjukrasa selama dua hari itu dituntut untuk mundur dari jabatanya menjelaskan, mahasiswa yang ingin dirinya mundur bisa menyampaikannya kepada Kementerian Agama.

"Kewenangan memberhentikan rektor ada pada Menteri Agama dan bukan pada senat universitas," kata Eka Putra Wirman.

"Ini yang anda tunggu-tunggu, soal mundurnya rektor dan wakil rektor. Saya tunjukan jalan yang lurus, kirim surat ke menteri Agama, sampaikan bahwa tidak percaya dan minta menteri Agama lakukan sesuatu sesuai dengan tuntutan anda," katanya saat menemui mahasiswa.

Menurutnya, wewenang tersebut berada pada menteri Agama, karena yang memberikan Surat Keputusan (SK). Selain itu ia juga meminta mahasiswa tertib saat melakukan aksi. Jangan ada kerusakan pada fasilitas kampus.

"Jadi ada 3 poin yang saya sampaikan, silahkan kirim delegasi untuk musyawarah bersama rektor, nomor 2 silahkan kirim surat ke Menteri Agama soal pengunduran diri, nomor 3 jangan lakukan anarkisme, tolong dijaga keamanan kita," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa pada demo sebelumnya, pihaknya sudah bertemu dengan mahasiswa untuk berunding terkait tuntannya.

"Ini demontrasi yang kali kedua, kemaren sudah terjadi pertemuan, lalu kita mediasi, dari 13 poin yang dituntut itu sangat mungkin dibicarakan dan dicarikan solusinya," katanya.

Namun ia mengajak agar menyelesaikan dengan cara baik yakni dimusyawarahkan. Ia meminta agar mahasiswa yang demonstrasi mengirim utusan untuk bisa membicarakan bersama dengan pihak rektorat.

"Kami siap beraudiensi dan menjelaskan persoalan itu dan mencarikan jalan keluar, kita bicarakan dengan cara yang tertib, kita bahas poin-perpoin, tidak ada yang krusial, semua bisa ... Baca halaman selanjutnya