Awal 2020 Danau Singkarak Bersih dari Keramba dan Bagan

"Untuk mengosongkan danau Singkarak dari keramba dan bagan akan dilakukan penertiban secara bertahap"
Keramba danau Singkarak (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri mengatakan, Januari 2020 di danau Singkarak sudah tidak ada lagi kerambak dan bagan.

"Zero keramba dan bagan awal tahun depan sudah sesuai dan perintah Pergub dan Perda dan keinginan masyarakat disekeliling danau," ungkap Yosmeri, Rabu, 12 September 2019.

Untuk mengosongkan danau Singkarak dari keramba dan bagan akan dilakukan penertiban secara bertahap. Menurut Yosmeri masyarakat sudah setuju, dari beberapa pertemuan yang dilakukan dengan masyarakat mereka mendukung.

"Pada 27 September ini akan kamu dilakukan penertiban lagi. Untuk itu bagi masyarakat yang memiliki keramba untuk tidak mengisi lagi keramba mereka," ujarnya.

Dijelaskannya, penerbitan dilakukan agar populasi Bilih terselamatkan. Sebab ribuan masyarakat di danau Singkarak menggantungkan hidup dari usaha ikan endemik tersebut.

Keberadaan bagan dan keramba membuat ikan tersebut terus berkurang. Bahkan jika tidak diantisipasi Bilih danau Singkarak terancam punah. Kepunahan telah dialami danau Toba, sehingga tidak ada lagi Bilih di danau itu.

"Kami ingin menyelamatkan Bilih dan ribuan masyarakat disana," katanya.

Untuk diketahui, pemerintah terus melakukan upaya agar nelayan di danau Singkarak beralih dari bagan yang menyebabkan kepunahan Bilih. Saat ini ada sekitar 500 bagan dan 270 keramba di Singkarak.

Upaya yang dilakukan pemerintah provinsi dengan memberikan bantuan sarana penangkapan ikan. Bantuan yang diserahkan tersebut berupa jaring lala, jaring nila dan mesin tempel 2,5 PK. (*)