Dugaan Korupsi Alat Kesehatan, Kepolisian Tahan Mantan Direktur RSUD Rasidin

Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan. (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sepekan setelah diterapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB, mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rasidin, berinisial H ditahan oleh pihak Kepolisian Resor Kota Padang pada Rabu 11 September 2019.

H yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian ditahan di Mapolsek Padang Timur yang merupakan sel tahanan khusus perempuan.

"Memang sudah kami tahan di Mapolsek Padang Timur, penahanan dilakukan setelah adanya pemeriksaan terhadap tersangka, kemarin (Selasa, 10/9) hingga Rabu, 11/9 pukul 01.00 tadi malam" ujar Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan.

Baca Juga

Ia mengatakan, untuk empat tersangka lainnya yang merupakan pihak ketiga masih belum ditahan karena belum datang memenuhi panggilan pertama yang diserahkan sepekan yang lalu.

"Untuk empat orang tersangka lainnya nanti akan kami kirimkan lagi surat panggilan kedua, jika masih tidak hadir, maka akan kami lakukan upaya paksa," sambungnya.

Sebelumnya, dugaan korupsi terjadi pada pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB yang anggaranya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013.

Dalam proses pengadaan, diduga terjadi sejumlah pelanggaran, dan manipulasi anggaran. Penyidik berkesimpulan telah terjadi tindak pidana dugaan korupsi berupa penyalahgunaan wewenang yang berpotensi terhadap kerugian keuangan dan perekonomian negara.

"Modus dugaan korupsi dilakukan dengan cara mengangkat harga satuan barang dari alat kesehatan, membuat dokumen fiktif dan mengatur proses lelang," ujarnya.

Kasusnya berawal dari laporan masuk dari masyarakat pada Maret 2016. Kala itu, RSUD Rasidin Padang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp10 miliar pada Februari 2013.

Kemudian, Kementerian Kesehatan RI melalui Ditjen Bina Upaya kesehatan (BUK) mengundang Satker RSUD dr RASIDIN padang untuk melakukan penelahaan Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) dengan melampirkan dokumen pembanding.

Setelah semuanya beres, lalu keluar Surat Keputusan (SK) Wali Kota Padang tentang penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD dr Rasidin. Setelah SK keluar, barulah dilakukan proses lelang oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Padang.

Pada proses lelang dilakukan evaluasi oleh panitia terhadap dokumen penawaran yang masuk dari empat peserta lelang. Sampai akhirnya ditetapkanlah oleh panitia sebagai pemenang lelang PT SMP, yang beralamat di Jakarta Timur dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000, yang pelaksanaan kontraknya di mulai pada 1 Juli 2013 sampai serah terima barang pada November 2013.

Sampai proses pelaksanaan pengadaan selesai, PT SMP telah menerima pembayaran 100 persen sesuai dalam kontrak. Untuk mendalami kasus ini, jajaran Unit .

"Dari hasil penelitian bahan keterangan dan dokumen ditemukan potensi dugaan tindak pidana korupsi, oleh sebab itu kasus ditingkatkan ke tahap penyelidikan pada Juni 2016," tegas kapolresta.

Menurutnya, dari proses penyelidikan, penyidik menemukan beberapa penyimpangan. Mulai dari dugaan mark-up harga satuan barang alat kesehatan, membuat dokumen fiktif, pengaturan lelang dan perubahan spesifikasi teknis barang yang dipersyaratkan dalam dokumen kontrak dengan yang diserah terimakan kepada RSUD dr Rasidin.

"Terkait perkara tersebut, penyidik telah melakukan pemeriksaan sekitar 45 orang saksi, termasuk ahli. Dari hasil pemeriksaan aaksi dan ahli, adanya kerugian negara yang nilai kerugiannya ditaksir miliaran dan saat ini sedang dilakukan penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPK RI," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim AKP Edryan Wiguna belum mau menjawab secara gamblang pihak mana yang berpotensi sebagai tersangka lainnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, tersangkanya lebih dari satu orang. "Tunggu saja, prosesnya sedang berjalan. Nama-nama yang berkemungkinan jadi tersangka telah dikantongi. Tinggal menunggu waktu," ujar AKP Edryan. (Halber)

Editor: Eko Fajri