Cerita KWT di Payakumbuh yang Sudah Pasarkan Keripik Pisang Sampai ke Ibu Kota

"Produk olahan kami sudah di pasarkan di warung-warung, toko bahkan sudah sampai ke Jakarta"
Anggota KWT Padang Baringin saat memproduksi keripik pisang. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Keinginan kuat untuk membantu ekonomi keluarga menggerakkan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Padang Baringin Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur berinovasi dengan membuat cemilan olahan pisang.

KWT yang beranggotakan 25 orang ibu-ibu berusia 40 tahun sampai 50 tahun tersebut mengolah pisang menjadi keripik pisang. Hasil olahan mereka tersebut mampu diterima baik oleh konsumen bahkan sudah dipasarkan ke luar daerah Payakumbuh.

"Produk olahan kami sudah di pasarkan di warung-warung, toko bahkan sudah sampai ke Jakarta," terang Ketua KWT Padang Baringin," kata Yasmanidar, Rabu (11/9).

Dikatakannya, anggota KWT Padang Baringin merupakan ibu-ibu yang kesehariannya berprofesi sebagai petani, ibu rumah tangga, dan peternak. Mereka sepakat membentuk KWT pada pada 2015 lalu.

"KWT ini dulunya berawal untuk mengangkat ekonomi warga sekitar dan sebagai ajang silaturahmi, kami melakukan produksi satu kali dalam seminggu yakninya setiap hari senin," jelasnya.

Meski hasil olahannya sudah mampu menembus pasar di luar daerah Payakumbuh, Yasmanidar mengakui, KWT Padang Baringin memiliki kendala dari sisi modal, sehingga menyulitkan pihaknya untuk memproduksi keripik pisang dalam jumlah besar.

Karena itu, ia berharap akan ada investor yang mau menanamkan modal agar KWT Padang Baringin bisa terus berkembang dan benar-benar mampu mengangkat perekonomian keluar, sesuai dengan tujuan awal didirikannya KWT tersebut.

"Kami berharap Wali Kota Payakumbuh dapat membantu KWT Padang Baringin, seperti permodalan, peralatan, dan rehab bangunan KWT," pungkasnya mengakhiri. (*)