Melihat Pembuatan Tabuik Pariaman 

"Bahan utama membuat tabut ada tiga yakni bambu dan kayu sebagai pasak atau tiang, serta rotan untuk pengikat."
Pembuatan Tabuik Pariaman (ist)

PARIAMAN,  KLIKPOSITIF-  Ade Rahman, pria 37 tahun ini melakoni pekerjaan pembuat tabut untuk perayaan acara Hoyak Tabuik pada Minggu (15/9). Tabut yang dikerjakan Ade sudah mencapai 95 persen. 

Saat ditemui, Ade dan rekan-rekannya sedang membuat dua bagian tabut, yakni bagian atas menyimbolkan beranda berbentuk menara yang dihias sedemikian rupa termasuk Bungo nan Salapan dan bagian bawah yang berbentuk Buraq.

“Kami yang saat ini ada 8 orang tenaga kerja membuat Tabuik Subarang dengan semaksimal mungkin untuk hasil yang memuaskan masyarakat. Dengan tidak mematokan jam berapa mulai dan jam berapa siap bekerja, kami tetap bersemangat untuk hal ini, “ ungkap ade saat dijumpai, Kamis, 12 September 2019.

Sudah 2 tahun ini bapak satu anak ini diberi kepercayaan untuk membuat tabut dalam rangka pesta budaya tabut di Kota Pariaman. Bahan utama membuat tabut ada tiga yakni bambu dan kayu sebagai pasak atau tiang, serta rotan untuk pengikat.

“Bambunya bambu betung yang besar dan lurus dibeli di daerah sicincin sedangkan kayunya Kayu Mitangu sejenis pohon bakau yang dibeli dari daerah Pasaman dan rotan dibeli di Pasar Usang Kabupaten Padang Pariaman, “ terangnya.

Untuk Tahun 2019 tinggi masing – masing tabut berbeda dengan tahun sebelumnya yang tingginya sekitar 13 sampai 14 meter. Tahun ini tinggi kedua tabut sekitar 11 meter dengan biaya pembuatan tabut Rp 35 juta sama dengan tahun sebelumnya.

“ Biaya tersebut sudah termasuk biaya operasional per harinya. Paling mahal untuk membeli bahan utama seperti kayu, bambu, dan rotan serta biaya lainnya untuk hiasan tabut tersebut. Sebenarnya untuk membuat sebuah tabut bisa dikatakan susah – susah gampang, namun tingkat kesulitan terdapat pada pembuatan buraq karena harus betul – betul meneliti agar imbang kiri dan kanan, “ imbuh pria yang berusia 37 tahun ... Baca halaman selanjutnya