Padamkan Karhutla, Semua Pesawat Terbang Untuk Hujan Buatan di Pool di Pekanbaru

"Kalau hujan buatan enggak bisa dipakai karena tidak ada awan, maka menurut Menko Polhukam, dilakukan water bombing oleh pasukan darat dulu."
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto (Setkab)

KLIKPOSITIF -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, sekarang semua pesawat terbang yang digunakan untuk menciptakan hujan buatan itu di-pool di Pekanbaru.

“Ada dua CASSA dari pesawat TNI AU, CN-235, satu Hercules itu di-pool di sini yang disiagakan, dimuati garam. Setiap saat ada laporan awan, terbang, bikin hujan buatan, berarti ada,” kata Wiranto dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Hotel Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/9) malam.

Kalau hujan buatan enggak bisa dipakai karena tidak ada awan, maka menurut Menko Polhukam, dilakukan water bombing oleh pasukan darat dulu.

Kalau dekat-dekat dengan desa, tambah Wiranto, dengan pemukiman, perkotaan itu pasukan darat kan bisa menjangkau, ada jalur-jalur transportasinya, ada. Tapi kalau itu enggak ada, tambah Wiranto, satu-satunya dijangkau helikopter, ya water bombing.

Menurut Menko Polhukam, untuk memadamkan karhutla di Provinsi Riau hingga saat ini sudah dilakukan 71.000 sorti penerbangan. Artinya, smbung Menko Polhukam, air yang ditumpahkan sudah sekitar dua ratus sekian juta liter, berarti dua ratus sekian ton air sudah ditumpahkan. Kalau sudah dilakukan masih terbakar juga, menurut Wiranto, akan kembali dilakukan operasi-operasi dengan cara menambah pasukan.

“Yang sekarang sudah dilakukan pasukan-pasukan dari TNI, dari kepolisian, ditambah untuk kemudian menambah pasukan darat, menambah Manggala Agni,” tegasnya.

Menko Polhukam menjelaskan, bahwa kebakaran itu bisa padam kalau ada hujan. Kalau enggak ada hujan, lanjut Menko Polhukam, bikin hujan buatan. Ia menambahkan bahwa hujan buatan ini perlu pesawat terbang, perlu garam, perlu kondisi awan, nah awan kalau enggak ada ya enggak bisa.

“Maka awan persyaratannya harus awan yang kira-kira tujuh puluh persen kandungan airnya, baru ada pesawat ... Baca halaman selanjutnya