Dua Kali Ditunda, 80 Bagan di Danau Singkarak Akhirnya Dibongkar

Tim gabungan melakukan penertiban Bagan di perairan Danau Singkarak.
Tim gabungan melakukan penertiban Bagan di perairan Danau Singkarak. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF  -- Setelah sebelumnya sempat ditangguhkan, tim gabungan provinsi bersama Pemkab Solok kembali melakukan penertiban Bagan di perairan Danau Singkarak , Senin (23/9). Bagan adalah alat tangkap ikan yang menggunakan jaring angkat serta menggunakan penerangan untuk menarik ikan datang.

Setidaknya, dalam operasi kali ini, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Korem, Polda Sumbar, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok berhasil menertibkan 80 Bagan. Bagan ditertibkan dengan cara dibongkar.

baca juga: Terpapar Rekan Kerja, Warga Koto Baru Positif COVID-19

Upaya penertiban yang dilakukan tim gabungan tidak bisa dilakukan begitu saja, tim sempat dihadang oleh pemilik Bagan yang menolak untuk melakukan penertiban. Namun setelah negosiasi, tim akhirnya memutuskan untuk melanjutkan penertiban.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok , Kenedy Hamzah, mengatakan, penertiban ini adalah lanjutan dari penertiban pada Juli lalu, yang sempat mendapat penolakan dari warga sekitar, sehingga petugas urung melaksanakan penertiban saat itu.

baca juga: Puluhan Petugas Medis Kontak Dengan Pasien COVID-19, RSUD Arosuka Ditutup

Menurutnya, penertiban tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 81 Tahun 2017, dan hal tersebut juga jauh-jauh hari telah disosialisasikan kepada pemilik bagan.

"Beberapa waktu belakangan, kami terus melakukan upaya mediasi dengan pola diskusi, jadi kami tidak ingin ada kesan unsur pemaksaan, ini untuk kebaikan bersama," sebut Kennedy Hamzah.

baca juga: Jenazah Dimakamkan Keluarga, Ternyata Warga Kotobaru Solok Ini Positif COVID-19

Disebutkannya, penertiban kali ini merupakan upaya ketiga kalinya dalam tahun ini. pada awal tahun lalu, Pemkab Solok sudah melakukan penertiban, dan mendapat penolakan dari masyarakat. Hasilnya, dilakukan pengunduran hingga Juli 2019.

Hal yang sama juga terjadi pada Juli 2019, tim gabungan yang akan menertibkan Bagan di danau Singkarak mendapat penghadangan oleh pemilik Bagan. Untuk ketiga kalinya, tim akhirnya mengambil sikap tegas dengan menertibkan Bagan yang ada.

baca juga: Kabupaten Solok Melawan COVID-19, Kesehatan dan Ekonomi Jadi Prioritas Utama

Sebelumnya, Dari total 256 Bagan yang ada ada di 6 Nagari di sekitaran danau Singkarak. 93 unit sudah ditertibkan langsung oleh pemilik. Sementara itu, sisanya sebanyak 165 unit sudah dilakukan penertiban sebanyak 80 unit hari ini.

"Tinggal lebih kurang lebih 85 unit Bagan lagi, InshaAllah penertibannya akan dilanjutkan oleh tim gabungan pada esok hari," sebut Kennedy Hamzah.

Pihaknya berharap, masyarakat mau beralih dari penggunaan bagan kepada alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut demi keberlangsungan dan pelestarian ikan endemik danau Singkarak.

Sebelumnya, di tahun 2018, Pemerintah kabupaten Solok telah melakukan upaya pendekatan terhadap masyarakat nelayan untuk mengganti alat tangkap ikan dari Bagan kepada  alat tangkap yang ramah lingkungan.

"Tahun 2018 kita salurkan 34 paket alat tangkap ramah lingkungan pada 34 nelayan pemilik Bagan di nagari sekitar kawasan Danau Singkarak , bantuan yang diberikan berupa 34 perahu, 34 jaring langli berukuran lebih besar, kemudian 34 unit mesin tempe, dan 34 set alat keselamatan," tutupnya.

[Syafriadi]

Penulis: Rezka Delpiera