Bermalam di Kontrakan, 7 Remaja Pria dan Wanita Diamankan Satpol PP Kota Solok

Dibantu Polisi, Petugas Satpol PP menggelandang para pelaku ke Kantor Pol PP Kota Solok.
Dibantu Polisi, Petugas Satpol PP menggelandang para pelaku ke Kantor Pol PP Kota Solok. (Istimewa)

SOLOK , KLIKPOSITIF  -- Diduga tidur dalam satu rumah kontrakan, tujuh orang remaja tanggung diamankan petugas Satpol PP kota Solok di kawasan Galanggang Batuang, Kota Solok , Senin 7 Oktober 2019. Dari jumlah tersebut, lima diantaranya laki-laki dan dua orang perempuan.

Saat diamankan petugas, ketujuh remaja yang masih menginjak usia belasan tahun tersebut juga dalam keadaan linglung lantaran diduga mabuk lem dan bunga kecubung.

baca juga: Update Perkembangan COVID-19 di Kota Solok, 280 PPT Masih dalam Pantauan

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar kota Solok , ORI Affilo mengatakan, penggerebekan remaja yang tanpa ikatan keluarga tersebut berawal dari informasi warga sekitar yang merasa resah dengan tingkah laku para remaja itu.

"Petugas kita (Satpol PP Kota Solok ) mendatangi rumah kontrakan yang diduga tempat remaja tanggung itu berkumpul dan bermalam tanpa ikatan suami istri atau keluarga yang sah," sebut Ori Affilo.

baca juga: Lamang Hitam, Kuliner Unik dari Talang Babungo

Saat diamankan, dua diantara pelaku masing-masing berinisial RP (17) dan SF (17) merupakan perempuan. Sementara remaja laki-laki yang diamankan berinisial RP (15), JF (15), RI (17), RS (23), dan DN (16).

Menghindari kemarahan warga terhadap para pelaku, petugas langsung menggelandang ketujuh remaja tersebut ke Mako Pol PP Kota Solok . Apalagi, saat tersebut sudah ramai warga yang datang. Beruntung waktu itu juga turun sejumlah personil kepolisian dari Polres Solok Kota.

baca juga: Jelang Lebaran, ASN Pemko Solok Berbagi Paket Sembako

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh remaja tersebut langsung kita bawa ke Kantor Satpol PP Kota Solok untuk dimintai keterangan" sebutnya.

Kepada petugas, kelima remaja laki-laki itu mengaku sebagai warga Kotobaru, Kabupaten Solok . Memang, mereka sering bermain di lokasi kontrakan karena merupakan milik salah seorang orang tua pelaku.

baca juga: Kasus COVID-19 di Kotobaru Solok, 60 Orang Negatif, 3 Orang Uji Ulang

Sementara dua remaja putri mengaku berasal dari Muaro Labueh, Kabupaten Solok Selatan. Keduanya datang ke Solok pada Minggu (6/10) untuk mencari pekerjaan dan diajak oleh teman laki-lakinya DN.

Lantaran sudah malam dan bingung hendak menginap dimana, DN menawarkan kedua remaja putri itu untuk tidur di kontrakan tersebut. Pengakuan para pelaku, mereka tidur terpisah kendati dalam satu kontrakan.

"Waktu menginap di kontrakan tersebut, mereka mengaku tidak ada melakukan perbuatan mesum atau lainnya," terangnya.

Kendati demikian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, seluruh remaja tersebut diminta membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. Sementara untuk kepulangannya harus dijemput pihak keluarga.

[Syafriadi]

Penulis: Iwan R