Konflik Tanah, Seorang Warga Sikucua Padang Pariaman jadi Korban Penusukan

ilustrasi
ilustrasi (net)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Seorang warga Nagari Sikucua, Kecamatan Kampuang Dalam, Padang Pariaman menjadi korban penusukan setelah dikeroyok oleh 10 orang dengan bersenjata parang dan pisau. Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek V Koto, Kampuang Dalam, Hijrul Aswad.

"Kronologi kejadian itu tepatnya pada Minggu (6/10) sekitar pukul 13.30," ujar IPTU Hijrul Aswad saat ditemui di kantornya Selasa 8 Oktober 2019.

baca juga: Pemkab Padang Pariaman akan Selidiki Penyebab Ambruknya Jembatan Sikabu-Lubuak Aluang

Dia menjelaskan peristiwa penusukan itu terjadi saat korban bernama Afdhal (20) sedang ada di kebun. Lalu datang pelaku bernama R (25) bersama 10 orang temannya yang membawa senjata parang dan pisau. Pelaku dan rekannya langsung menyerang korban yang saat itu bersama dengan dua orang lainnya.

"Naas korban mengalami penusukan di bagian perut dan dua orang lainnya berhasil melarikan diri ke dalam jurang," katanya.

baca juga: Jembatan Ambruk, Ini Kata BPBD Padang Pariaman

Dia menjelaskan beberapa saat setelah kejadian, pihaknya datang ke lokasi dan mendapati korban bersimbah darah dengan luka menganga di bagian perut.
Karena luka serius pada perut korban maka korban akhirnya dirujuk ke RS Mdjamil Padang.

"Hingga saat ini korban masih belum bisa dimintai keterangan. Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan," kata Kapolsek.

baca juga: Jembatan Sikabu Padang Pariaman Ambruk, Seorang Pekerja Meninggal dan 4 Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Untuk kasus ini, pihak polisi masih belum menetapkan tersangka meskipun pelaku penusukan telah dikantongi namanya.

"Setelah melakukan penusukan dia langsung melarikan diri bersama rekannya yang lain. Namun dia belum kami tetapkan sebagai tersangka sebelum seluruh berkas-berkas selesai," kata Kapolsek.

baca juga: Modus Penipuan Batu Delima Palsu, Ini Penjelasan Kapolres Payakumbuh

IPTU Ijrul Aswad mengatakan juga, keadaan korban untuk saat ini sudah mulai membaik daripada sebelumnya, namun masih belum bisa memberikan keterangan sebab masih dalam pengaruh bius paska operasi di RS Mdjamil Padang. Selain itu, untuk motif penyerangan merupakan perihal perkara tanah pusaka.

"Ini kasus adalah perkara tanah pusako, sudah lama sebenarnya mereka antara keluarga ini ada perselisihan. Namun memuncaknya, ya pada penusukan itulah, " ujarnya.

Penulis: Ramadhani