Padang Pariaman Kembali Raih Penghargaan Kabupaten Terinovatif 2019

Bupati Ali Mukhni menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo
Bupati Ali Mukhni menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo (ist)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF - Kabupaten Padang Pariaman untuk kedua kalinya secara beruntun kembali menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2019 dari Kemendagri. Penghargaan IGA tersebut langsung diterima Bupati Ali Mukhni dari Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo tadi malam (7/10) bertempat di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta.

"Penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh ASN Pemkab Padang Pariaman . Terima kasih atas semua karya dan kerja kerasnya. Penghargaan ini untuk mereka," kata Ali Mukhni.

baca juga: Pemkab Padang Pariaman akan Selidiki Penyebab Ambruknya Jembatan Sikabu-Lubuak Aluang

Inovasi di Padang Pariaman sudah menjadi keharusan bagi OPD dalam mempermudah pelayanan publik sehingga dalam setiap kesempatan Bupati Ali Mukhni selalu menghimbau OPD untuk berinovasi dalam melayani masyarakat. Bahkan, Bupati Ali Mukhni telah mengagungkan motto "Tiada Hari Tanpa Inovasi" guna memotivasi ASNnya untuk giat berinovasi.

"Kedepan terus ditingkatkan dan dilakukan evaluasi terus terhadap inovasi yang dilahirkan sehingga capaian prestasi Padang Pariaman bisa ditingkatkan untuk tahun mendatang," harap Bupati.

baca juga: Jembatan Ambruk, Ini Kata BPBD Padang Pariaman

Padang Pariaman menjadi Kabupaten dengan indeks inovasi daerah tertinggi kedua di luar Pulau Jawa setelah Kabupaten Agam, dengan total 130 inovasi yang telah dilakukan, terbagi kepada 3 kelompok kategori inovasi. Yaitu tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi bentuk lainnya.

Tahun 2018 lalu, jumlah inovasi Padang Pariaman yang diajukan hanya 75. Tahun 2019 bertambah 55 lagi yang berasal dari BPBD, Dinsos P3A, Disdukcapil, DPMPTP, Dinas Pertanian, Diskominfo, Dinkes, Dinas Pengendalian Penduduk KB, RSUD, Puskesmas, dll.

baca juga: Jembatan Sikabu Padang Pariaman Ambruk, Seorang Pekerja Meninggal dan 4 Lainnya Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain mengunggulkan inovasi yang berasal dari Disdukcapil, Padang Pariaman juga mengajukan inovasi dari BPBD seperti PAPA SADAR BANA ( Padang Pariaman Siaga Darurat Bencana Alam). Inovasi itu lahir dari pemikiran bahwa Padang Pariaman sebagai daerah rawan bencana butuh perhatian khusus dalam kesiapsiagaan dan penanganannya.

Selain itu, pengembangan inovasi yang berasal dari Disdukcapil juga menjadi primadona dan perhatian khusus tim penilai terutama pada inovasi SIPAKEM (Sistem Pelaporan Kelahiran dan Kematian). SIPAKEM merupakan inovasi yang mendapat apresiasi dan perhatian dari Dirjen Kependudukan Kemendagri sehingga Padang Pariaman menjadi tiga daerah percontohan di Indonesia bersama Kota Makassar dan Kota Kudus.

baca juga: Warga Padang Sago Galang Dana untuk Pengobatan Juni Arita

Dalam IGA tahun ini dibagi menjadi beberapa kategori antara lain kabupaten/kota terinovatif, provinsi terinovatif, daerah perbatasan terinovatif dan daerah tertinggal terinovatif. Dalam sambutannya Mendagri menjelaskan maksud dilaksanakan IGA ini adalah untuk merangsang daerah agar terus melahirkan inovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan adanya inovasi ini kita berharap akan terjadi efisiensi, pemangkasan birokrasi yang berdampak dalam kemudahan pelayanan publik sehingga iklim investasi di Indonesia bisa lebih baik lagi," jelas Tjahjo Kumolo yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Menkum dan HAM.

Rehasa

Penulis: Ramadhani