Tak Ingin Insiden Wamena Terulang, Pemprov Sumbar Minta Perantau Waspada di Aceh

"Warga Sumbar di Aceh untuk berhati-hati, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kalau rasanya tidak aman, ambil sikap mengungsi atau keluar dari wilayah konflik"
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) harus belajar dari insiden kerusuhan Wamena yang menyebabkan korban nyawa dan ratusan perantau Minang mengungsi.

Ancaman terhadap orang Sumbar di rantau ditanggapi Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Apalagi belum lama ini beredar video Seruan Tentara Aceh Darussalam agar penduduk luar meninggalkan Aceh.

Terlepas video tersebut benar atau hoaks, Nasrul Abit meminta perantau di Aceh untuk waspada dan hari-hati, sehingga jangan terulang lagi seperti kejadian di Papua.

"Warga Sumbar di Aceh untuk berhati-hati, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kalau rasanya tidak aman, ambil sikap mengungsi atau keluar dari wilayah konflik," katanya, Jumat, 11 Oktober 2019.

Disampaikannya, Aceh dan Minangkabau punya ikatan persaudaraan. Maka untuk itu mari tetap menjaga persaudaraan tersebut.

"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan serta persaudaraan Aceh dan Minang," pintanya.

Sebelumnya, beredar video seruan untuk warga luar meninggalkan Aceh. Video tersebut diunggah akun Facebook Yahdi Ilar Rusydi Smh, Selasa (17/9/2019).

Dalam video tersebut pria yang didampingi lima orang didampingi yang menggunakan tutup kepala dan muka memberi waktu hingga 4 Desember untuk keluar. Sebab mereka ingin menyelesaikan persoalan Aceh tanpa campur tangan penduduk luar. (*)