Bagaimana Peluang Tokoh Minang Masuk Kabinet Jokowi?

"Tidak ada pertimbangan berdasarkan kedaerahan."
Jokowi-Maruf Amin (setkab.go.id)

KLIKPOSITIF -- Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan akan mengumumkan kabinetnya setelah dilantik pada 20 Oktober 2019. Bagaimana peluang tokoh Minang dalam kabinet periode 2019-2024 mengingat rendahnya perolehan suara di Sumbar?

Dosen Ilmu Politik Universitas Andalas, Asrinaldi, menduga pembentukan kabinet Jokowi berlandaskan dua hal yaitu pertimbangan politik dan profesionalitas.

"Jadi, tidak ada pertimbangan berdasarkan kedaerahan. Kecuali mungkin untuk Papua," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Jumat (18/10). Untuk Papua, memang ada jalur khusus untuk masuk kabinet. Namun, untuk daerah-daerah lain, menurut Asrinaldi, tidak mungkin pertimbangan tersebut dimasukkan.

Jokowi, sebutnya, telah mengatakan skema kabinetnya 55-45. Artinya, 55 persen dari kalangan profesionalitas dan 45 persen berdasarkan pertimbangan politik.

Tokoh Sumbar, sebut Asrinaldi, bisa masuk ke dalam pertimbangan kaum profesionalitas. Ia mencontohkan pada kabinet sebelumnya muncul nama Archandra Thahar.

BACA JUGA: Dahnil Anzar Klaim Sandiaga dan Fadli Zon Tolak Jadi Menteri Jokowi

"Archandra masuk kabinet bukan karena ia tokoh Minang. Tapi karena keilmuwannya di bidang energi," ujarnya. Hal yang sama juga akan berlaku untuk kabinet periode 2019-2024.

Jokowi, sebutnya, akan memulai dengan pertanyaan, "Siapa yang cocok mengisi kementrian ini dan itu? Lalu muncullah nama. Nah, ketika ada yang terpilih, dan kebetulan berasal dari Minang. Jadi, bukan karena keminangannya dia dipilih," ujarnya.

Namun, Asrinaldi tidak dapat menduga siapa tokoh Minang yang akan muncul di kabinet Jokowi. Tapi, peluang besarnya memang hanya dari kaum profesionalitas. Sementara untuk dari jalur politik, peluang tersebut sangat ... Baca halaman selanjutnya