Produksi Sampah Sumbar Capai 1 Juta Ton Per Tahun

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan terutama untuk mengelola sampah . Pasalnya, produksi sampah yang dihasilkan Provinsi Sumbar mencapai 1 juta ton per tahunnya. Sebagian besar merupakan sampah rumah tangga.

"Sumbar memproduksi sampah hampir 1 juta ton pertahun. Jumlah ini akan terus bertambah apabila kita tidak mulai melakukan pembatasan, pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah sebagai upaya pengendaliaan jumlah timbulan sampah ," kata Kepala DLH Sumbar, Siti Aisyah, Jumat (25/10).

baca juga: Selama Pandemi COVID-19, Jumlah Sampah di Kota Padang Berkurang

Siti menyebutkan, saat ini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Rencana Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Serta, telah tindaklanjuti oleh Kabupaten/Kota dengan pembuatan dokumen Jastrada pada setiap daerah.

Menurut Siti, masyarakat sebagai penghasil sampah memiliki peran utama dalam pengelolaan sampah . Bentuk peran tersebut yakni harus memahami dampak dari sampah yang dihasilkan. Misalnya, dapat menimbulkan polusi, sumber penyakit, dan bencana alam seperti banjir.

baca juga: Turnamen Futsal DLH Payakumbuh, Untuk Mendaftar Harus Setor 5 Kg Sampah

Kemudian masyarakat juga harus merubah gaya hidup untuk mengurangi jumlah timbulan sampah , menggunakan barang-barang yang bisa dipakai berulang seperti tas belanja daur ulang. Selanjutnya, penggunaan pembungkus yang ramah lingkungan dan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya.

"Hal ini bisa dengan membuat kompos dan kerajinan, bahkan souvenir dari bahan sampah . Jadi jumlah timbulan sampah akan semakin sedikit," kata Siti.

baca juga: Jurang di Area Lobang Jepang Talu Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Siti mendorong agar masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah . Seperti, melakukan pemilihan sampah organik dan anorganik yang dimulai dari rumah tangga. Selain itu juga perlu dilakukan pengomposan dari bahan-bahan organik, melakukan pengelolaan sampah anorganik berbasis 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle)

"Terus aktif mendirikan bank sampah untuk meningkatkan nilai ekonomi. Alhamdulillah sampai saat ini tercatat sudah 114 bank sampah aktif yang tersebar di kabupaten/kota di Sumbar," ucap Siti.

baca juga: Peningkatan Volume Sampah Selama Musim Hujan di Payakumbuh Mencapai 200 Ton Perbulan

Oleh karena itu, sebut Situ, Sumbar telah melahirkan program Wanita Peduli Sampah . Salah satu kegiatannya adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang peduli lingkungan untuk memberi bantuan pada masyarakat khusunya Dasawisma berupa peralatan pengelolaan sampah berbasis 3R.

"Dengan adanya peran wanita dalam menerapkan pengelolaan sampah di rumah tangga, kita berharap kedepannya menjadi gaya hidup yang lebih peduli sampah dan terhadap lingkungan hidup," tukas Siti. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir