Gunung Sago Mengancam, Nagari Situjuah Gadang Siapkan 30 Relawan Bencana

Tim Bimtek kunjungan lapangan dilokasi terbang Jorong Sawah Laweh, Kenagarian Tungkar
Tim Bimtek kunjungan lapangan dilokasi terbang Jorong Sawah Laweh, Kenagarian Tungkar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF - Menyadari Kenagarian Situjuah Gadang Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota daerah rawan bencana, pihak nagari bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyiapkan 30 personil siaga bencana.

Hal itu diketahui saat tim Bimbingan Teknis Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) bagi Jurnalis Media Informasi Cetak dan Elektronik Provinsi Sumatera Barat mendatangi kenagarian yang terletak dikaki Gunung Sago itu.

Wali Nagari Situjuah Gadang, Sofiar Ledi saat diskusi dengan tim Bimtek di kantor walinagari menjelaskan, pada pertengahan Apri 2019 ini terjadi banjir bandang menyebabkan sawah, jalan dan jembatan rusak, bahkan satu rumah  hancur.

Baca Juga

"Saat terjadi bencana kemarin, 30 personil siaga bencana ini sudah mulai bekerja," ujarnya, Jumat, 1 November 2019.

Dijelaskannya, personil tersebut terdiri dari unsur masyarakat seperti pemuda, ulama, dan tokoh adat setempat. Relawan nagari tersebut lanjutnya, sudah mendapatkan pelatihan dari BPBD Limapuluh Kota sebelum diterjunkan.

Sementara terkait penanganan pasca banjir bandang telah dilakukan gotong royong warga untuk membersihkan material. Sementara satu unit rumah yang rusak akibat banjir bandang telah diperbaiki oleh pemerintah daerah melalui Bazada.

"Jadi, untuk pemulihan kami goro bersama. Kemudian rumah rusak sudah diperbaiki, ketika ada gempa insyaallah bantuan dari berbagai instansi terkait selalu datang dan BPBD selalu terdepan," ungkapnya.

Kemudian penanganan pasca gempa, pihak nagari terus melakukan sosialisasi dan secara turun temurun di Situjuah Gadang tidak dibolehkan lagi menebang pohon disekitar sungai. Sementara untuk anggaran, nagari menyediakan Rp6 juta untuk kebutuhan bencana. Anggaran tersebut seusai aturan yang berlaku.

Setelah meninjau ke nagari Situjuah Gadang, tim melanjutkan ke Nagari Tungkar melihat pemilihan pasca terbannya tebing sungai yang berhubungan langsung dengan jalan dan sawah masyarakat di Jorong Sawah Laweh.

Tim ditemani Perwakilan BPBD Sumbar, BPBD Limapuluh dan Walinagari Tungkar Yusrizal Dt Pado. "Ini penanganannya selama 60 hari dengan cara diberi bronjong," ungkap Yusrizal.

Dia mengungkapkan, langkah cepat pemerintah dalam melakukan pemulihan terhadap bencana apalagi yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Terakhir tim Bimtek melanjutkan Outbound di Ngalau Indah Payakumbuh. Kegiatan ini dihadiri Kabid Rehab/Rekon BPBD sumbar, Suryadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota H Joni Amir dan Kepala BPBD Kota Payakumbuh Yufnani Away. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir