ODOL Terus Terjadi, Jasa Marga Akan Pasang Alat Sensor Truk di Tol

"Jika truk yang terdeksi ODOL telah terlanjur masuk ke pintu tol maka akan merepotkan sehingga terjadi kemacetan. Jadi ada petugas, ketika sudah terdeteksi sebelum masuk ke pintu tol, kendaraan itu harus dialihkan ke lokasi lain dulu untuk ditindaklanjuti"
Truk besar yang mengantre di Pelabuhan Bakauheni Lampung (Lampungpro)

KLIKPOSITIF -- Kecelakaan di jalan tol yang melibatkan kendaraan truk terindikasi Over Dimension Over Load (ODOL), atau truk kelebihan muatan terus terjadi. Sebagai pengelola jalan tol, PT. Jasa Marga berencana akan memasang alat sensor pendeteksi beban muatan kendaraan atau weight in motion (WIM) di setiap ruas jalan tol, termasuk di Lampung.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sembogo mengatakan, alat itu akan mampu mencegah kendaraan ODOL yang akan masuk ke jalan tol, karena sistemnya mendeteksi beban muatan berikut nomor polisi kendaraan yang terkoneksi langsung ke pintu tol. Pengelola jalan tol perlu mempersiapkan lokasi khusus bagi kendaraan truk untuk dilakukan pemeriksaan sebelum masuk ke pintu tol.

"Jika truk yang terdeksi ODOL telah terlanjur masuk ke pintu tol maka akan merepotkan sehingga terjadi kemacetan. Jadi ada petugas, ketika sudah terdeteksi sebelum masuk ke pintu tol, kendaraan itu harus dialihkan ke lokasi lain dulu untuk ditindaklanjuti. Alat WIM ini cukup bagus ketika bisa diterapkan di pintu tol," kata dia, Selasa (12/11/2019) dilansir dari Lampungpro.com jaringan Klikpositif.com.

Bambang menjelaskan, sebelum penerapan WIM tersebut pernah ada inisiasi Menteri Perhubungan untuk membangun jembatan timbang di jalan tol, dan rencana itu kini masih berproses. Namun menurut dia alat WIM jauh lebih efektif jika diterapkan.

"Lebih efektif menerapkan alat WIM, sehingga tidak usah masuk dulu ketika di pintu tol sudah terhalau lebih dulu. Kalau sudah masuk tol berarti sudah melakukan pelanggaran," jelas dia.

Menurut Bambang, rencana penerapan alat WIM ini sudah mulai disosialisasikan, sehingga kemungkinan tahun 2020 bisa diterapkan. "Kalau sekarang masih manual bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan," terang dia. (*)