Viral Kakek Beli Obat Pakai Duit Mainan, Begini Kisahnya

"Petani ini sudah berumur 85 tahun dan matanya juga sudah mulai rabun"
Siti Rahmah Yanti selaku Korwil S3 Bukittinggi-Agam serahkan bantun secara simbolis kepada Syafruddin (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Video seorang kakek membeli obat dengan uang mainan menjadi viral di media sosial. Sang kakek tak sanggup menahan tangisnya, tatkala  diberitahu oleh petugas apotek, bahwa uang satu lembar Rp50 ribu yang akan digunakan untuk membeli obat itu adalah uang mainan anak-anak yang wujud fisiknya mirip dengan uang asli.

Viralnya kisah kakek ini membuat banyak simpati dari berbagai kalangan. Dari hasil penggalangan dana yang dilakukan, terkumpul uang sebesar Rp13 juta. Lalu, seperti apa kisahnya?

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam - Sumbar. Kakek yang viral itu bernama Syafruddin yang telah berumur 85 tahun, yang merupakan warga Cingkariang Kecamatan Banuhampu.

Anak Syafruddin bernama Suherman (53) menyebut, peristiwa itu terjadi pada Senin 11 November 2019 antara pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

Dikatakannya, ayahnya Syafruddin pergi sendiri ke salah satu apotek di kawasan Padang Lua dengan naik angkot. Namun sesampainya di apotek, ayahnya menangis setelah mengetahui jika uang yang dibawanya adalah uang mainan.

"Bapak saya matanya sudah rabun, jadi tidak jelas uang yang dipegangnya itu uang asli atau tidak. Karena itu adalah uang mainan, tentu orang apotek tidak mau menerimanya. Tapi mungkin karena kasihan, bapak saya tetap dikasih obat sesak nafas sebanyak tiga strip," ujar Suherman, Selasa 12 November 2019.

Suherman mengklarifikasi jika uang itu belum tentu hasil penjualan japan (labu siam). Ia mengakui jika ayahnya seorang petani japan dan menjual japan, baik kepada toke atau langsung menjual ke pasar.

"Kami tidak tahu apakah uang mainan itu didapatkan hasil penjualan japan sehari yang lalu, seminggu yang lalu atau kapan, kami tidak tahu. Bisa jadi juga uang mainan itu tidak hasil penjualan japan, karena ada juga beberapa orang yang pernah tukar duit. Jadi, asal muasal uang mainan itu kami juga tidak tahu," jelas ... Baca halaman selanjutnya