Tahun Depan, Pasbar Incar Predikat KLA Kategori Madya

"tahun ini Pasbar memperoleh prediket sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama "
Bupati Pasbar, Yulianto saat berinteraksi dengan sejumlah anak di Balerong Tuah Basamo Simpang Empat. (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto menyebut pemerintah daerah siap menerima aspirasi anak-anak. Hal itu penting menurutnya untuk perkembangan anak.

"Anak secara bebas dapat menuangkan segala imajinasinya," sebut Yulianto saat membuka Hari Anak Nasional (HAN), Selasa 12 November 2019 di Balerong Tuah Basamo, Simpang Empat.

Ia menjelaskan, peringatan HAN diartikan sebagai titik awal bagi bangsa dalam mempersiapkan generasi unggul, khususnya generasi Pasbar untuk dua puluh tahun ke depan.

Lanjutnya, di tahun ini Pasbar memperoleh prediket sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama dan diharapkan tahun 2020 menjadi Kabupaten Layak Anak Kategori Madya.

Bagi Yulianto, penyampaian pendapat itu juga dapat dibangun dengan adanya peringatan HAN dan pembentukan kelompok organisasi pemuda. Dalam organisasi anak-anak dapat belajar mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sosial dengan sesamanya.

Tentunya kelompok tersebut harus dipantau oleh orang dewasa. Mengingat ego anak anak masih tinggi yang berakibat pembentukan kelompok justru akan mendorong eksklusifisme yang cenderung berpotensi negatif.

Untuk itu, seluruh OPD dan stakeholder internal dan eksternal harus bekerja keras untuk mewujudkan program tersebut. "Tantangan dan inovasi harus diperbuat untuk memenuhi persyaratan terwujudnya Bumi Tuah Basamo ini menjadi kabupaten yang layak anak," jelasnya.

Ia memaparkan, selama ini pemerintah pusat maupun daerah selalu berupaya secara maksimal, agar anak memperoleh hak serta perlindungan hukum.

Secara konkret pemerintah pusat telah mengupayakan pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak melalui berbagai instrumen hukum, di antaranya dengan meratifikasi konvensi hak anak melalui keputusan presiden nomor 36 tahun 1990.

Kemudian ditindak lanjuti dengan penerbitan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Bahkan pada tahun 2014 UU tersebut juga ... Baca halaman selanjutnya