Polres Solok Limpahkan Kasus Dugaan Penyelewengan Dana PIP SMKN 1 Bukik Sundi ke Kejaksaan

EF saat dibawa petugas menuju mobil tahanan
EF saat dibawa petugas menuju mobil tahanan (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Penyidik Polres Solok kota menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana PIP kepada pihak Kejaksaan Negri Solok, Rabu 4 Desember 2019.

Tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN) 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok, EF (42) tampak datang menggunakan rompi tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Solok, Donny Haryono Setiawan membenarkan pelimpahan barang bukti dan tersangka perkara dugaan korupsi dana PIP yang menyeret honorer di SMKN 1 Bukik Sundi tersebut.

Baca Juga

Menurutnya, setelah tersangka menjalani pemeriksaan tahap 2 (Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti) oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Solok, tersangka langsung ditahan.

"Penahanan tersangka dilakukan selama 20 hari di Rutan kelas II B Padang, terhitung mulai tanggal 04 Desember 2019 sampai 23 Desember 2019 mendatang," sebut Donny Haryono Setiawan didampingi Kasi Intel, Ulfan Yustian Arif, Kamis (5/12).

Sebelumnya, EF ditangkap Satgas Saber Pungli lantaran diduga menyelewengkan dana bantuan Program Indonesia Pintar di SMKN 1 Bukik Sundi pada Rabu 3 Oktober 2018. Disinyalir, EF memanfaatkan uang tersebut untuk keperluan pribadi.

Terungkapnya tindakan tidak terpuji oknum honorer tersebut bermula ketika uang bantuan PIP yang semestinya diterima oleh siswa pada bulan Agustus urung diserahkan. Bulan Oktober, Siswa akhirnya mengkomplain pihak sekolah.

Dari hasil pengusutan, ternyata uang PIP yang semestinya diterima oleh siswa penerima bantuan sebesar 95 juta dimanfaatkan tersangka untuk kebutuhan pribadinya, hanya 15 juta yang diserahkan.

Pihak sekolah terkejut atas komplain siswa. Sekolah berinisiatif mengganti uang yang terpakai secara bertahap. Total yang diganti baru 40 juta. Namun dalam penyerahannya, tersangka malah menyunat bantuan terhadap setiap penerima bantuan sebesar Rp200-500 ribu.

Dari pengakuan tersangka kepada petugas, dana bantuan PIP dimanfaatkan untuk biaya pernikahan adiknya sebesar Rp52 juta lebih, kemudian beli sepatu dengan harga ratusan ribu, peralatan dapur, kosmetik dan belanja lainnya termasuk membayar angsuran koperasi. (Syafriadi)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Eko Fajri