Jusuf Kalla: Tingkat Kecerdasan Orang Indonesia Sama dengan Jepang

Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 Jusuf Kalla mengatakan tingkat kecerdasan otak orang Indonesia sama dengan orang Jepang.
Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 Jusuf Kalla mengatakan tingkat kecerdasan otak orang Indonesia sama dengan orang Jepang. (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 Jusuf Kalla mengatakan tingkat kecerdasan otak orang Indonesia sama dengan orang Jepang. Hal itu diungkapkan saat orasi ilmiah dalam penganugerahan gelar Doktor Kehormataan (Honoris Causa), Bidang Penjamin Mutu Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan di auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis, 5 Desember 2019.

"Tingkat kecerdasan otak kita sama dengan Jepang, namun yang membedakan hanya belajar baik dan tidak baik. Di Jepang, proses pembelajaran dilakukan dengan sistem pendidikan dan struktur dengan baik. Di negara kita, pelaksanaan pendidikan terkadang menggunakan standar ganda yang dilakukan di berbagai daerah sehingga ini mengorbankan masa depan," katanya.

BACA JUGA: UNP Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Jusuf Kalla

Baca Juga

Ia mengatakan standar ganda yang ditetapkan kebanyakan ditemukan di daerah yang masih minim sarana dan prasarana pendikan, baik fisik maupun nonfisik. "Di beberapa daerah yang masih dinyatakan minim dengan hal ini menerapkan standar ganda sehingga anak-anak tidak bisa masuk ke perguruan tinggi negeri favorit dari daerah. Sehingga kebanyakan kita lihat anak-anak yang bisa masuk ITB dan UI adalah anak-anak yang belajar di daeah perkotaan dengan sarana dan prasarana yang baik," jelasnya.

Menurutnya standar dan teori apapun yang dipakai dalam pendidikan, kuncinya tetap harus belajar. "Perubahan kurikulum sekalipun yang kita lakukan juga harus dibarengi dengan belajar yang baik. Adapun sisi pendidikannya jangan harap anak pintar tanpa belajar," tuturnya.

"Dalam beberapa hal pelaksanaan UN selama 20 tahun terakhir, semua pihak terlibat dalam pelaksanaannnya, termasuk bupati/walikota yang meminta guru untuk melakukan berbagi metode belajar agar anak lulus 100 persen. Namun instruksi itu tetap harus dibarengi dengan belajar yang baik oleh siswa. Jika ingin lulus belajar. UN harus memberikan kebanggaan dan rasa malu bagi siswa yakni bangga lulus dan malu tak lukus," paparnya.

Dalam penanugerahan itu, hadir Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Fakhrizal, para menteri di Kabinet Indonesia Kerja 2014-2019, diantaranya Sudirman Said, Archandra Thahar, M. Natsir, staf ahli Kemendikbud, Menteri Pendidikan era Megawati Malik Fajar, serta mahasiswa dan dosen di lingkungan civitas akademika UNP. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Fitria Marlina