Warga Taram: Daerah Kami di Sini Memang Selalu Dihantam Banjir

Banjir yang menggenang Nagari Taram Kabupaten Limapuluh Kota-Sumbar, Selasa (10/12/2019)
Banjir yang menggenang Nagari Taram Kabupaten Limapuluh Kota-Sumbar, Selasa (10/12/2019) (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Taram, salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya.

Tak ada yang bisa menghambat luapan tujuh sungai yang melintas di nagari yang memiliki tujuh jorong itu. Luapan air selalu merendam pemukiman ribuan warga yang ada di sana.

"Daerah kami di sini memang selalu dihantam banjir saat hujan deras terjadi di daerah hulu sungai," ujar seorang tetua di Nagari tersebut, Un Caniago (54).

Baca Juga

Menurutnya, banjir selalu terjadi saat aliran air dari sungai Batang Agam, Batang Suliki dan Batang Sanipan bersatu di daerah tersebut.

"Kalau debit air di tiga sungai itu tinggi, dipastikan kampung kami akan tergenang banjir," katanya.

Ia mengungkapkan, diameter sungai yang menjadi muara dari tujuh aliran sungai itu tidak mampu menampung debit air yang membesar saat musim hujan.

"Ukuran sungai ini tidak akan mampu menampung air yang melimpah dari tujuh sungai itu. Makanya kami selalu direndam banjir," lanjutnya.

Selain itu, daerah Taram yang terhitung lebih rendah juga menjadi penyebab banjir yang selalu menggenangi daerah tempat tinggalnya sejak puluhan tahun silam.

"Daerah pemukiman di sini terhitung lebih rendah dibanding aliran sungai. Jika air sungai melimpah, maka air sudah tidak bisa ditahan lagi masuk ke dalam pemukiman warga," lanjutnya.

Kemudian, hal terpenting adalah tidak adanya aliran air dari pemukiman warga untuk kembali ke sungai. Walaupun ada, tetapi keadaannya sudah terlalu dangkal dan tersumbat, sehingga saat terjadi banjir, air yang masuk ke dalam pemukiman warga tidak kunjung kembali ke sungai.

"Drainase di sini ada, tapi terlalu kecil dan kadang tersumbat. Itu yang membuat air tidak kunjung surut saat banjir," lanjutnya.

Ia mengatakan, jika pemerintah berkenan untuk melakukan pelebaran sungai, masyarakat tidak akan enggan untuk memberikan tanahnya.

"Ya kalau pemerintah mau, silahkan saja untuk pelebaran sungai ini. Kami tidak akan keberatan," sambungnya.

Sementara untuk permasalahan drainase di lokasi tersebut, pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melakukan pembenahan agar saat terjadinya banjir, air lebih cepat surut.

Sementara itu Bupati Limapuluh Kota, Irfiandi Arbi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan survey untuk pembenahan tersebut dan akan mengupayakan hal tersebut.

"Saya tadi sudah ke lokasi dan sudah mendengar keluhan masyarakat. Untuk drainase nanti akan kami upayakan secepatnya," ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap masyarakat yang berada di Nagari Taram tidak lagi menunggu waktu lama menunggu air surut kembali ke sungai.

[Halbert Caniago]

Editor: Iwan R