Susun Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Bawaslu Agam Petakan 4 Persoalan

Kordiv PHL Bawaslu Kabupaten Agam, Okta Muhlia
Kordiv PHL Bawaslu Kabupaten Agam, Okta Muhlia (Ist)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Bawaslu Kabupaten Agam mulai mengumpulkan data untuk menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Pilkada 2020.

Dalam penyusunan data IKP, Bawaslu Kabupaten Agam mengundang para awak media dan unsur kepolisian yang diwakili oleh Kanit Intel Polres Agam, Rabu 11 Desember 2019 di Kantor Bawaslu Kabupaten Agam di Jalan Diponegoro Simpang III Lubuk Basung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kordiv Pengawasan, Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Agam, Okta Muhlia, Kordiv Hukum Data dan Informasi, Iska Asmarni serta Kordiv Penindakan Pelanggaran Eri Efendi.

Baca Juga

Kordiv PHL Bawaslu Kabupaten Agam, Okta Muhlia menyampaikan, setidaknya ada 4 poin yang dipetakan sebelum Pilkada 2020. Pertama, masalah konteks sosial politik (keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara Pemilu, otoritas penyelenggara Negara dan relasi penguasa di tingkat lokal.

Kedua, masalah pemilu yang bebas dan adil (hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara dan lainnya).

Ketiga, masalah kontestasi (hak politik, proses pencalonan dan kampanye calon. Dan ke-empat, partisipasi (partai pemilih, partisipasi partai politik dan partisipasi publik.

"Penyusunan IKP penting dalam merencanakan kegiatan pencegahan dan pengawasan Pilkada 2020. IKP merupakan produk Bawaslu yang dapat dimanfaatkan oleh semua stakeholder," kata Okta Muhlia.

Dengan adanya IKP, diharapkan dapat dilakukan langkah-langkah antisipasi dan upaya pencegahan agar pelanggaran Pilkada 2020 dapat diminimalisir.

"Informasi dan data yang kami peroleh, akan diolah oleh tim penyusunan IKP Bawaslu RI. Semoga IKP ini membawa manfaat bagi suksesnya pelaksanaan Pilkada 2020," imbuhnya.

Para awak media dan Kanit Intel Polres Agam selaku responden diminta untuk mengisi kuesioner yang sudah disiapkan oleh tim penyusunan IKP Bawaslu RI. Tidak hanya diisi, tetapi kuesioner tersebut dibahas untuk mendapatkan informasi mendalam. Pembahasan kuesioner IKP berlangsung dalam diskusi santai tapi berisi yang dilakukan di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Agam.

Okta Muhlia menyebut, tidak semua media bisa dihadirkan. Namun dengan kehadiran beberapa awak media lokal ini diharapkan dapat memberikan informasi yang valid. Setidaknya ada 125 pertanyaan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2019 serta Pilkada 2015 dalam kuesioner yang harus diisi oleh para awak media.

"Awak media dianggap banyak mengetahui berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat dalam pelaksanaan pesta demokrasi, khususnya di Kabupaten Agam," ujarnya.

Sementara itu untuk kepolisian ada 16 pertanyaan yang berkaitan dengan potensi dan kesiapan pengamanan. Okta Muhlia menjelaskan, wilayah Kabupaten Agam luas dan berada dalam 2 wilayah polres. Maka data kepolisian tidak hanya diminta dari Polres Agam tetapi juga Polres Bukittinggi untuk kondisi di wilayah Agam timur.

Dalam penyusunan data IKP, Bawaslu Kabupaten Agam juga mengumpulkan data dari KPU Kabupaten Agam yang dilakukan terpisah. KPU Kabupaten Agam selaku penyelenggara teknis dianggap mengetahui banyak hal dan masalah yang terjadi pada Pemilu dan Pilkada masa lalu.

"Kami mengharapkan dengan data dan informasi valid yang kita peroleh melalui kuisioner ini mampu menggambarkan potensi pelanggaran Pilkada 2020. Sehingga langkah-langkah pencegahan yang kita lakukan juga dapat tepat sasaran", ujar Iska Asmarni, Kordiv Hukum Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Agam.

Bawaslu Kabupaten Agam berharap komunikasi dan hubungan baik yang sudah terbangun dengan para stakeholder dapat terus dijaga untuk suksesnya pelaksanaan Pilkada 2020.

"Kami berharap kedepannya kita bisa saling berbagi informasi dan masyarakat diharapkan aktif melaporkan pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pilkada 2020", ujar Eri Efendi Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Agam menutup diskusi siang itu.

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Rezka Delpiera