Disdikpora Solok Cabut Soal Ujian Yang Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad SAW

Kadisdikpora Kabupaten Solok, Zulkisar
Kadisdikpora Kabupaten Solok, Zulkisar (KLIKPOSITIF/Rehasa)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok membatalkan soal ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester I kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih yang dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Menurut Kadisdikpora Kabupaten Solok, Zulkisar, pihaknya telah meminta tim pembuat soal Kecamatan Junjung Sirih untuk membuat ulang soal mata pelajaran PAI bagi pelajar kelas IV SD dan para siswa akan mengulangi kembali ujian PAI.

"Sebagai pengganti, kita sudah minta kepada seluruh tim untuk membuat soal kembali dan akan diujikan pada Selasa 17 Desember 2019 mendatang," ungkap Zulkisar, Kamis di Kantor Disdikpora, Kamis 12 Desember 2019 kemarin.

Baca Juga

Baca juga : Polemik Soal Ujian, Kadisdikpora Solok : Ada Kelalaian Pada Proses Pengeditan

Ia kembali mengingatkan kepada tim pembuat soal agar mengikuti kaidah-kaidah atau aturan serta prinsip pembuatan soal, terutama soal ujian Agama Islam. Soal itu menurutnya harus mengacu pada kisi-kisi soal yang telah ditentukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Solok dibuncahkan dengan munculnya soal ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) semester I kelas IV SD di kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Setidaknya, ujian dengan soal yang sama diikuti oleh sekitar 400 murid dari 16 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

Butir Soal ujian nomor 13 yang dinilai melecehkan kepribadian Nabi Muhammad SAW tersebut baru diketahui dua hari setelah dilaksanakannya ujian semester pada Senin 9 Desember 2019.

Seketika, soal ujian itu viral di media sosial pada Rabu 11 Desember 2019 dan mengundang kecaman dari berbagai pihak. Pihak terkait diminta untuk mengusut munculnya soal ujian yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Menjawab hal itu, Disdikpora Kabupaten Solok langsung berinisiatif mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk melakukan klarifikasi dan pendalaman terkait munculnya soal yang menyinggung umat Islam tersebut pada Kamis 12 Desember 2019 di Disdikpora Solok.

Disdikpora turut melibatkan pihak Majlis Ulama Indonesia kabupaten Solok, Kemenag Kabupaten Solok hingga Kepolisian untuk pendalaman munculnya soal ujian yang mengundang keresahan masyarakat tersebut.

[Syafriadi]

Penulis: Iwan R | Editor: -