Pemko Payakumbuh

Satpol PP Payakumbuh Tegakkan Empat Perda Sekaligus

Satpol PP Payakumbuh melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di fasilitas umum.
Satpol PP Payakumbuh melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di fasilitas umum. (dok Satpol PP)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Payakumbuh terus melakukan penindakan terhadap para pelanggar Peraturan Daerah (Perda) di daerah tersebut. Penindakan dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Seperti yang dilakukan Satpol PP Payakumbuh sepanjang Selasa (14/1) ini. Setidaknya terdapat empat Perda yang ditegakkan dan para pelanggar langsung ditindak.

Perda pertama yang ditegakkan adalah Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang PKL, yang melarang untuk berjualan di fasilitas umum. Selanjutnya, Perda Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum dengan menertibkan empat orang anak punk. Mereka juga melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang larangan penyalahgunaan fungsi lem.

Baca Juga

Terakhir ada Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang kawasan tanpa rokok. Pada kesempatan itu, personel Satpol PP menertibkan sejumlah iklan dan baliho rokok. Sejumlah iklan yang dipasang di pohon pelindung dan fasilitas umum juga dilepas karena melanggar Perda 5 Tahun 2007 tentang Tetertiban Umum.

Dikatakan Devitra, penindakan terhadap para pelanggar Perda itu dilakukan karena hal tersebut sudah terjadi berulang.

"Seperti penertiban terhadap PKL, ini bukan penertiban pertama yang kita lakukan. Dan kita akan terus menertibkan apabila himbauan kita tetap tidak diindahkan," kata Kasatpol PP Payakumbuh, Devitra, Selasa (14/1).

Selanjutnya, terkait keberadaan anak punk, pihaknya mengaku cukup sering mendapat laporan warga terkait keberadaan mereka yang sering kali meminta sumbangan di pinggir jalan dan ke rumah warga.

"Alasan mereka meminta sumbangan adalah untuk kegiatan Payakumbuh Brother Hood, setelah kita konfirmasi ke Kantor Kesbangpol, ternyata mereka belum pernah meminta izin," kata Kasatpol PP Devitra.

Dikatakannya, dengan dilakukannya penindakan terhadap para pelanggar Perda di awal 2020 ini, diharapkan semua warga bisa mematuhi Perda yang sudah disusun bersama-sama oleh pemerintah kota dan DPRD.

"Kita mohon dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak karena pemko melalui Satpol PP tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat," pungkasnya. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Taufik Hidayat