Dua Siswi Asal Pessel Jadi Korban Eksploitasi Seks di Padang

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan dan Kasatreskrim Polresta Padang AKP Erdriyan Wiguna Saat Press Release di Mapolresta Padang
Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan dan Kasatreskrim Polresta Padang AKP Erdriyan Wiguna Saat Press Release di Mapolresta Padang (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang menetapkan tiga orang menjadi tersangka atas kasus ekploitasi seksual anak dibawah umur. Dua korbannya masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Pesisir Selatan.

Diketahui pelaku bernama F (33) yang berperan sebagai pengantar dan penjemput tamu ke hotel, sementara APP (16) dan AS (16) sebagai mencari tamu dan mengantarkan korban ke hotel.

"Waktu kejadiannya, dalam rentang waktu 10 hingga 12 Januari 2020 bertempat di beberapa hotel, ketiga tersangka diamankan di Kawasan GOR Agus Salim Padang secara bersamaan pada Rabu, (15/1/20),"

Baca Juga

"Untuk korban saat ini dalam pendampingan Unit PPA, dengan inisial AD (16) dan YM (16) berstatus pelajar. Ini terungkap atas laporan kakak korban karena mereka tidak pulang ke rumah sejak awal tahun," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan saat press release di Mapolresta Padang, Kamis, (16/1/2020).

Yulmar menambahkan, modus operandi yang digunakan tersangka dengan memasukkan foto korban ke aplikasi mi chat, kemudian menawarkannya dan jika terjadi kesepakatan dengan pembeli, mereka akan mengantarkan korban.

"Para korban termakan bujuk rayu tersangka. Hasil pemeriksaan tersangka memberikan tamu kepada AD tiga kali dan YC lima kali. Untuk daerah asal, ketiga tersangka dari Padang dan korban dari Pesisir Selatan," ujarnya.

Yulmar melanjutkan, atas perbuatannya tersebut, pihaknya menyita sejumlah barang bukti berupa 3 unit handphone berbagai merek serta baju dan celana.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 76 i jo pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

"Dengan ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara dan denda Rp200 juta," tutur Kapolres.(*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Editor: Muhammad Haikal